Cara Bikin Trading Plan — Entry, TP, SL, Evaluasi
Apa Itu Trading Plan?
Trading plan adalah aturan tertulis yang kamu ikuti sebelum, saat, dan setelah trading. Ini yang membedakan trader profesional dari gambler.
Komponen Trading Plan
1. Seleksi Saham
Aturan jelas: saham apa yang boleh ditrading?
- Contoh: hanya saham LQ45, market cap > Rp5T, volume > 10M per hari
- Atau: saham yang breakout dari resistance dengan volume naik
2. Entry Rules
Kapan kamu masuk? Contoh:
- Harga breakout di atas MA 50 + volume > rata-rata
- RSI < 30 + bullish candlestick reversal
- Support teruji minimal 2 kali
3. Stop Loss (SL)
Batas rugi — ini wajib. Contoh:
- SL 3% dari entry
- SL di bawah support terdekat
- Kalau kena SL, jangan pindahin SL (kecuali trailing stop)
4. Take Profit (TP)
Target ambil untung. Contoh:
- TP 1: jual 50% — R:R 1:2
- TP 2: jual 30% — R:R 1:3
- Sisanya trailing stop
5. Risk Management
- % modal risiko per trading
- Maksimal posisi bersamaan
- Aturan kalau loss berturut-turut
6. Evaluasi
Setelah trading, catat:
- Apakah entry sesuai plan?
- Kenapa kena SL? (salah entry, atau market benar-benar berbalik)
- Apa yang bisa diperbaiki?
Contoh Trading Plan Sederhana
Saham: BBCA Timeframe: Daily Entry: Breakout di atas Rp10.500 dengan volume > 50M SL: Rp10.000 (-4.7%) TP1: Rp11.500 (+9.5%) — jual 50% TP2: Rp12.000 (+14%) — trailing stop Lot: 2 lot (risiko 1% modal)
Jurnal Trading
Bikin spreadsheet atau notes:
| Tanggal | Saham | Entry | SL | TP | Hasil | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 01/01 | BBCA | 10500 | 10000 | 11500 | +9.5% | Sesuai plan |
| 02/01 | TLKM | 4000 | 3800 | 4400 | -5% | Kena SL |
Review tiap akhir bulan. Cari pola: apakah kamu selalu kena SL di jenis setup tertentu?
Disclaimer: Edukasi. Bukan rekomendasi investasi.