Berikut adalah rangkuman performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini.
1. Analisis Performa IHSG (Selasa, 5 Mei 2026)
IHSG ditutup menguat signifikan pada perdagangan kemarin, membalikkan tekanan awal pekan.
- Penutupan: 7.057,11 (+1,22%)
- Range Pergerakan: 6.968,56 – 7.069,20
- Sentimen Utama:
- Domestik: Rilis data PDB Indonesia yang tumbuh kuat sebesar 5,61% memberikan kepercayaan diri pada pasar.
- Sektoral: Penguatan didorong oleh saham-saham konglomerasi (Barito Group) dan perbankan big caps.
- Makro: Rupiah masih dalam tekanan di level Rp17.433/USD, yang perlu diwaspadai sebagai risiko impor.
- Statistik: 342 saham menguat, 314 saham melemah, dan 163 stagnan.
2. Proyeksi IHSG Hari Ini (Rabu, 6 Mei 2026)
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pengecilan histogram negatif dan Stochastic RSI berada pada area golden cross. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan, namun rawan koreksi teknis mengingat volatilitas global terkait data tenaga kerja AS.
- Resistance: 7.110
- Support: 6.975
3. Rekomendasi 10 Saham Pilihan
Berdasarkan pergerakan harga kemarin dan analisis teknikal analis, berikut adalah saham yang layak dicermati:
- TPIA (Chandra Asri Pacific): Speculative Buy. Kemarin melonjak +19,70%. Masih memiliki momentum breakout yang kuat.
- BRPT (Barito Pacific): Trading Buy. Menguat +24,66%. Bergerak selaras dengan TPIA dan menunjukkan akumulasi tinggi.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Buy on Weakness. Menguat +3,62%. Pilihan utama untuk sektor perbankan di tengah optimisme ekonomi.
- UNVR (Unilever Indonesia): Trading Buy. Rebound teknis +5,13%. Target harga jangka pendek di Rp1.750.
- AMMN (Amman Mineral): Hold/Buy. Menguat +4,55%. Masih dalam tren naik (uptrend) yang solid.
- UNTR (United Tractors): Buy. Area beli Rp29.325 – Rp30.550. Menarik secara fundamental dengan valuasi yang terjaga.
- INDF (Indofood): Accumulate. Area beli Rp3.480 – Rp3.750. Saham defensif untuk menghadapi volatilitas rupiah.
- RMKE (RMK Energy): Trading Buy. Area target Rp3.750. Menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal).
- BBNI (Bank Negara Indonesia): Accumulate. Menyusul penguatan sektor perbankan dengan target resistance terdekat di Rp4.900.
- TLKM (Telkom Indonesia): Defensive Pick. Layak dikoleksi jika terjadi koreksi pasar untuk menjaga stabilitas portofolio.
Catatan: Investasi saham memiliki risiko. Keputusan beli/jual ada di tangan investor. Selalu gunakan manajemen risiko dan tentukan titik stop-loss.
Salam Cuan, AndreFinance 💸