Berita Pasar

Sorotan Pasar: IHSG, Rupiah & Komoditas — Minggu, 28 Juni 2026

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 1 dibaca â€ĸ â€ĸ

Ringkasan Pekan: IHSG Terperosok — Rupiah Stabil — Minyak Anjlok Akibat Gencatan Senjata Hormuz


📉 IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 5.896 pada Jumat (26/6), ambles 1,72% (-102,9 poin) dari posisi sebelumnya. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi hingga 4,55% — penurunan mingguan terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 5.830–6.045.

  • Sektor tertekan: Barang baku (-5,00%), perindustrian (-4,23%), konsumer non-primer (-2,96%), energi (-2,62%), teknologi (-2,51%)
  • Sektor defensif: Keuangan (+0,03%) menjadi satu-satunya yang menghijau
  • Asing net sell: Rp537,25 miliar. Saham paling dijual: BMRI (Rp174 miliar), EMAS (Rp153 miliar), ASII (Rp87 miliar)

Top Gainers LQ45: BBCA (+2,49%), KLBF (+1,28%), BBRI (+0,70%) Top Losers LQ45: CUAN (-9,60%), BRPT (-7,28%), MDKA (-7,24%)


đŸ’ĩ Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (kurs tengah BI) berada di Rp17.942/USD per 28 Juni 2026, dengan rentang beli Rp17.852 dan jual Rp18.032. Bank-bank nasional mematok:

  • BCA: 17.830 / 17.930
  • Mandiri: 16.795 / 16.825
  • BNI: 17.830 / 18.030
  • BRI: 17.570 / 17.870

Rupiah cenderung stabil tipis dibanding pekan sebelumnya, tertopang oleh cadangan devisa dan kebijakan BI yang mempertahankan suku bunga di 5,75%.


đŸ›ĸī¸ Komoditas

  • Minyak Mentah (WTI): US$69,23/barel — ambles -3,74% dalam sehari, turun >10% dalam sepekan. Penurunan dipicu oleh kemajuan perjanjian damai AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz, memulihkan pasokan minyak Teluk Persia. Arab Saudi mulai memuat tanker di Ras Tanura — sinyal produksi meningkat.
  • Emas: US$4.087/oz — naik +1,49%. Data inflasi PCE AS yang sesuai ekspektasi meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif. Namun emas masih turun ~3% dalam sepekan (pekan ke-4 koreksi berturut-turut).
  • Batubara: US$143,20/ton — turun tipis -0,24% (data 25 Juni). Harga batubara masih naik +7,99% secara bulanan dan +34,90% secara tahunan, meski tertekan oleh prospek damai Hormuz dan normalisasi pasokan energi global.

🌐 Sentimen Global

Wall Street: Ditutup mixed. S&P 500 melemah tipis -0,05% ke 7.354. Nasdaq tertekan -1,1% setelah saham semikonduktor (Micron -6,7%, Nvidia -1,6%, Broadcom -3,7%) profit taking pasca reli. Dow Jones turun 44 poin. Sentimen hati-hati menyusul tuduhan Trump bahwa Iran melanggar gencatan senjata dengan menembaki kapal kargo di Selat Hormuz.

Asia: Tekanan dari pelemahan harga energi dan ketidakpastian suku bunga global membuat bursa Asia mayoritas tertekan. Investor menunggu kejelasan arah kebijakan Fed setelah data PCE terbaru.


📌 Katalis Pekan Depan

  1. Tinjauan MSCI November — risiko downgrade status pasar perbatasan masih membayangi, menahan minat asing masuk ke pasar Indonesia.
  2. Kebijakan Fiskal — kabar pemotongan anggaran program unggulan pemerintah bisa meredakan beban fiskal dan menjadi sentimen positif.
  3. Perkembangan Damai Hormuz — jika gencatan senjata bertahan, harga minyak berpotensi turun lebih lanjut, menguntungkan sektor transportasi & manufaktur namun menekan saham energi.
  4. Data Inflasi RI — inflasi Mei di 3,08% masih dalam target BI, memberi ruang bagi suku bunga akomodatif.

âš ī¸ Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset keuangan. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan artikel ini.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...