Support & Resistance — Cara Nemuin Entry Point yang Tepat
Pengertian
Support adalah level harga di mana tekanan beli diperkirakan cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Resistance adalah level harga di mana tekanan jual diperkirakan cukup kuat untuk mencegah harga naik lebih jauh.
Cara Mengidentifikasi Support & Resistance
1. Level Horizontal
- Cari titik di mana harga memantul beberapa kali
- Semakin sering harga menyentuh dan memantul, semakin kuat level tersebut
- Contoh: Saham BBCA sering memantul di Rp9.500 (support) dan mentok di Rp10.500 (resistance)
2. Trendline
- Uptrend: Hubungkan higher lows — garis ini jadi support dinamis
- Downtrend: Hubungkan lower highs — garis ini jadi resistance dinamis
3. Moving Average
- MA 20, MA 50, MA 200 sering berfungsi sebagai support/resistance dinamis
- MA 200 di timeframe daily adalah level psikologis kuat
Role Reversal
- Support ditembus → berubah jadi resistance baru
- Resistance ditembus → berubah jadi support baru Ini konsep paling penting! Harga yang dulunya jadi batas atas, setelah ditembus jadi lantai baru.
Strategi Entry
Buy di Support
- Entry saat harga mendekati support
- Pasang SL di bawah support (beri ruang 1-2%)
- TP di resistance terdekat
Buy di Breakout Resistance
- Entry saat harga tutup di atas resistance
- Pastikan volume naik saat breakout
- SL di bawah resistance (yang sekarang jadi support)
Tips
- Jangan entry pas di angka bulat — banyak trader pasang order di situ
- Gunakan timeframe lebih besar (daily/weekly) untuk S&R utama
- Konfirmasi — tunggu candlestick close, jangan entry pas nyentuh
- Level lebih kuat kalau udah diuji 3+ kali
- Kombinasikan dengan RSI atau candlestick pattern untuk akurasi lebih tinggi
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif. Bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri.