Fenomena Sell Indonesia Makin Terasa — Pemerintah Diminta Pulihkan Kepercayaan
Jakarta, 7 Juni 2026 — Pasar modal Indonesia tengah dilanda fenomena "Sell Indonesia" di tengah derasnya arus jual investor asing. Pemerintah didesak segera bertindak memulihkan kepercayaan pasar yang terus tergerus.
Sentimen Negatif Mendominasi
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai pergerakan bursa sangat bergantung pada persepsi psikologis investor.
"Karakteristik pasar saham sering kali dipengaruhi sentimen. Kalau ada sentimen negatif terhadap Indonesia, itu mempengaruhi kinerja saham," ujar Faisal kepada IDX Channel.
Pemicu Utama
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengidentifikasi empat pemicu utama pelemahan IHSG yang telah turun lebih dari 30%:
| Pemicu | Dampak |
|---|---|
| Lonjakan harga minyak | Meningkatkan biaya produksi dan subsidi energi |
| Ketidakjelasan kebijakan | Rencana kenaikan royalti mineral & sentralisasi ekspor |
| Penurunan prospek utang | Downgrade outlook oleh Moody's dan Fitch |
| MSCI Rebalancing | Lima saham kapitalisasi besar didepak dari indeks |
Risiko ke Depan
BRIDS menurunkan proyeksi IHSG dari 9.200 menjadi 7.200. Risiko besar yang patut diwaspadai:
- Peninjauan rating utang oleh S&P — Dapat mempengaruhi persepsi risiko Indonesia
- Evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI — Bulan ini menjadi momen krusial
- Net sell asing — Telah mencapai US$ 3,1 miliar per awal Juni 2026
Saham Pilihan
BRIDS memilih BBCA (Bank Central Asia) sebagai saham pilihan utama karena diskon harga yang sudah dalam, dengan target harga yang tetap tinggi di akhir tahun.
Sumber: IDX Channel, Investor Daily - BRIDS Research