Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi I perdagangan Kamis, 16 Juli 2026, mencatatkan kenaikan 0,37% (+22,49 poin) ke level 6.064 dari penutupan sebelumnya di 6.042.
Indeks bergerak dalam rentang 6.024–6.077 sepanjang sesi I, dengan level tertinggi harian menyentuh 6.077 dan terendah di 6.024. Penguatan ini sekaligus memperpanjang reli hijau IHSG menjadi enam hari berturut-turut, menandai momentum bullish jangka pendek yang cukup solid.
📊 Pergerakan Indeks
IndeksNilaiPerubahan%
IHSG6.064+22,49+0,37%
LQ45605+5,04+0,84%
KOMPAS100797+6,39+0,81%
IDX8091+0,78+0,87%
IDX30341+2,35+0,69%
IDXHIDIV20425+2,65+0,63%
ISSI210-0,12-0,05%
🏆 Top Gainers & Top Losers LQ45
Top Gainers LQ45 Sesi I:
WIFI — Solusi Sinergi Digital (pimpin top gainers)
HRTA — Grand House Mulia
AMMN — Amman Mineral International
Saham WIFI memimpin penguatan di LQ45 pada sesi I, diikuti oleh HRTA yang bergerak di sektor properti dan AMMN yang merupakan emiten tambang mineral besar. Saham SMGR dan ISAT yang sempat menjadi top gainers saat pembukaan juga masih mencatatkan penguatan yang solid.
Catatan: Data top gainers/losers detail berdasarkan pantauan hingga sesi I. Top losers LQ45 akan diupdate pada laporan akhir hari.
📈 Review 10 Rekomendasi Saham Pagi Ini
Berikut pergerakan 10 saham yang direkomendasikan pada artikel pagi ini:
Day Trade:
SahamEntryTPSLHarga TerkiniStatus
BBRI4.500–4.5504.6504.420+0,71%✅ Bergerak sesuai prediksi
BMRI6.000–6.0506.2005.900+1,67%✅ Performa kuat, mendekati TP
TLKM3.800–3.8503.9503.720+0,40%✅ Bergerak positif, stabil
ASII5.000–5.0505.2004.900+1,44%✅ Menuju TP, momentum bagus
ADRO3.200–3.2503.4003.100+0,81%✅ Bergerak sesuai harapan
Long Term:
SahamEntryTPSLHarga TerkiniStatus
BBRI4.200–4.5005.5003.800+0,71%✅ Masih dalam akumulasi
BMRI5.800–6.0007.5005.200+1,67%✅ Momentum positif
TLKM3.500–3.8005.0003.200+0,40%✅ Stabil, dividen yield menarik
ASII4.800–5.0006.5004.300+1,44%✅ Rebound sesuai ekspektasi
UNVR2.800–3.0004.0002.400+0,60%✅ Defensif, bergerak pelan
Kesimpulan Review: Seluruh 10 saham rekomendasi bergerak positif pada sesi I, dengan performa terbaik dari BMRI (+1,67%) dan ASII (+1,44%) selaras dengan penguatan sektor perbankan dan otomotif. BBRI juga konsisten menjadi penggerak utama indeks. Tidak ada satupun rekomendasi yang menyentuh level Stop Loss pada sesi I.
🏭 Sektor Terkuat & Terlemah
Sektor Terkuat:
Perbankan & Keuangan — BBRI, BMRI menjadi motor utama penguatan IHSG dengan volume tinggi. Sektor perbankan masih menjadi favorit investor domestik karena fundamental yang solid dan ekspektasi pertumbuhan kredit yang positif.
Infrastruktur — Saham sektor infrastruktur turut mendorong indeks berkat sentimen positif dari proyek-proyek pemerintah dan pemulihan ekonomi.
Energi — Didukung harga komoditas energi yang stabil, saham ADRO dan emiten energi lain mencatatkan penguatan.
Sektor Terlemah:
Saham Teknologi — Tertekan aksi jual di bursa Asia, saham teknologi masih underperform. Bursa Asia berguguran dengan sektor teknologi rontok terdampak aksi jual investor.
Consumer Non-Cyclicals — Beberapa emiten consumer goods terlihat flat, meski UNVR defensif masih stabil.
🌏 Foreign Flow
Meskipun IHSG mencatatkan penguatan 6 hari beruntun, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell). Dalam 5 hari perdagangan sebelumnya, asing mencatatkan net sell sebesar Rp2,1 triliun. Namun, pada sesi I hari ini, volume perdagangan menunjukkan tanda-tanda penurunan tekanan jual asing.
Beberapa berita mencatat bahwa "asing diam-diam lego 10 saham" di tengah penguatan IHSG, sementara ada juga saham-saham yang justru dikoleksi asing. SRBI dan SBN masih menjadi instrumen favorit asing dengan total dana masuk mencapai Rp105 triliun.
📊 Level Support & Resistance — Sesi II
Untuk sisa sesi II perdagangan hari ini, berikut level support dan resistance yang perlu dicermati:
Resistance 1: 6.080–6.100 — level ini sudah diuji (high sesi I 6.077). Jika tertembus, potensi lanjut ke 6.150–6.200.
Resistance 2: 6.200
Support 1: 6.024 (low sesi I) — support terdekat
Support 2: 6.000 (level psikologis) — support kuat
Support 3: 5.950
Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.050 dan menembus resistance 6.080–6.100 pada sesi II, potensi penutupan hijau masih terbuka lebar. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas 6.024, koreksi ke 6.000 perlu diwaspadai.
💵 Update Makro
Rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat signifikan pada sesi I ke level Rp18.040 per USD, turun 48 poin (-0,27%) dari posisi sebelumnya. Penguatan rupiah ini didukung oleh data inflasi AS yang melandai dan aliran masuk dana asing ke pasar SBN/SRBI. Sebelumnya, rupiah dibuka di kisaran Rp18.055 per USD.
Emas
Harga emas sedikit terkoreksi ke Rp2.633.000 per gram (-0,08%), namun masih bertahan di level tinggi. Harga emas global masih kokoh didukung oleh ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi penurunan suku bunga.
Minyak
Harga minyak dunia dilaporkan kembali terbang, dengan perang di Hormuz menjadi ancaman baru bagi pasokan minyak global. Ini menjadi katalis positif bagi emiten energi seperti ADRO dan saham-saham batubara.
Pasar Global
Saham teknologi rontok di bursa Asia terdampak aksi jual, namun secara umum bursa Asia masih mixed. Wall Street ditutup hijau pada perdagangan kemarin, memberikan sentimen positif bagi pasar emerging market termasuk Indonesia.
📰 Sentimen Pasar
S&P jaga outlook RI — Lembaga rating S&P mempertahankan outlook Indonesia, menjadi katalis positif bagi IHSG. Maybank bahkan menargetkan IHSG di level 7.500 dengan sejumlah saham pilihan.
PFII & demutualisasi bursa — Rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) terus bergulir. Misbakhun bocorkan bahwa Menkeu, BI, OJK & LPS masuk Dewan Pertimbangan PFII. Demutualisasi bursa masih menunggu Peraturan Pemerintah dari Presiden.
BI dukung PFII — Bank Indonesia mendukung pembentukan "surga investasi" PFII yang diyakini akan memperdalam pasar keuangan domestik.
OJK minta insentif pajak ETF Emas — OJK mendorong insentif pajak untuk ETF emas guna meningkatkan likuiditas pasar.
🔮 Proyeksi Sesi II
IHSG menunjukkan momentum positif yang solid pada sesi I dengan penguatan 0,37% ke 6.064. Level 6.077 menjadi resistance intraday yang perlu ditembus untuk kelanjutan penguatan ke 6.100. Sektor perbankan masih menjadi andalan, namun investor perlu mencermati potensi aksi ambil untung (profit taking) di sisa sesi mengingat IHSG sudah naik 6 hari beruntun.
Level 6.000 tetap menjadi support psikologis yang kuat. Selama IHSG bertahan di atas level ini, peluang untuk menutup perdagangan di zona hijau masih terbuka lebar.
⚠️ Disclaimer
Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Selalu lakukan analisis mandiri dan konsultasikan dengan financial advisor profesional sebelum berinvestasi.