Ringkasan Pergerakan IHSG Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada sesi pertama perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Indeks ditutup di level 6.074,6, menguat 0,61% atau +36,77 poin dari penutupan sebelumnya di 6.037,8.
IHSG membuka sesi di level 6.057 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.084,9 serta level terendah di 6.002,9. Pergerakan ini menunjukkan reli berlanjut setelah kemarin IHSG terbang 1,92% pasca pengumuman rating investment grade S&P Global untuk Indonesia dengan outlook stabil.
Indeks lain cenderung mixed: Kompas100 naik 0,56% ke 793, ISSI melesat 1,51% ke 210, IDX80 menguat 0,43% ke 90, dan IDXV30 naik 0,47% ke 115. Sementara LQ45 terkoreksi tipis 0,15% ke 601, IDX30 melemah 0,22% ke 340, dan IDXHIDIV20 turun 0,26% ke 422.
Top Gainers & Top Losers LQ45
Top Gainers LQ45:
WIFI â PT Solusi Sinergi Digital Tbk â memimpin top gainer LQ45
DEWA â PT Darma Henwa Tbk â masuk jajaran top gainer
MEDC â PT Medco Energi Internasional Tbk â saham energi yang melanjutkan momentum positif
Top gainer didominasi oleh saham-saham sektor energi dan teknologi digital. MEDC kembali mencatatkan penguatan seiring sentimen positif harga minyak yang naik drastis dalam dua hari terakhir.
Top Losers LQ45: Saham-saham sektor keuangan (perbankan) tercatat mengalami profit taking setelah rally signifikan kemarin. LQ45 sendiri terkoreksi tipis 0,15%, mengindikasikan tekanan jual di saham-saham berkapitalisasi besar yang kemarin menjadi motor penggerak utama.
Review 10 Rekomendasi Saham Pagi Ini
Berikut pergerakan saham-saham yang direkomendasikan pagi ini di sesi I:
Day Trade:
BMRI (Entry: 6.800-6.850) â Pasca rally 4,17% kemarin, saham perbankan mengalami aksi ambil untung wajar di sesi I. Masih dalam rentang support-entry. Hold untuk target 6.950-7.000.
BBRI (Entry: 5.200-5.250) â Profit taking terjadi di saham perbankan setelah kenaikan besar kemarin. Level support 5.200 masih bertahan. Tunggu konfirmasi rebound.
PGAS (Entry: 1.850-1.880) â Sektor energi tetap menjadi andalan sesi I. Kenaikan harga minyak 10% dalam 2 hari menjadi katalis positif. Target 1.950-2.000 masih dalam jangkauan.
BRPT (Entry: 4.500-4.550) â Meski tidak menjadi top gainer seperti kemarin, momentum masih terjaga didukung prospek hilirisasi.
AMMN (Entry: 12.000-12.100) â Saham tambang ini masih menunjukkan pergerakan positif didukung kenaikan harga logam dan prospek transisi energi.
Long Term:
BBCA â Profit taking wajar pasca penguatan. Fundamental masih solid untuk akumulasi jangka panjang.
TLKM â Pergerakan stabil, cocok untuk akumulasi di level support.
ASII â Diversifikasi bisnis ke tambang dan otomotif mendukung prospek jangka panjang.
ADRO â Harga batu bara stabil mendukung kinerja. Momentum positif sektor tambang.
EXCL â Bergerak sideways, akumulasi untuk prospek jangka panjang tetap relevan.
Sektor Terkuat & Terlemah
Sektor Terkuat:
Tambang & Energi: Didorong kenaikan harga minyak global 10% dalam dua hari terakhir akibat ketegangan di Selat Hormuz. MEDC, WIFI, dan ADRO menjadi motor penggerak.
Teknologi: WIFI memimpin penguatan di sektor digital. Transformasi digital pemerintah masih menjadi sentimen positif.
Sektor Terlemah:
Perbankan: Profit taking setelah rally kemarin pasca rating S&P. BMRI, BBRI, dan BBCA mengalami tekanan jual wajar.
Infrastruktur: Sedikit tertekan di tengah rotasi sektoral.
Foreign Flow
Berdasarkan data CNBC Indonesia, investor asing tercatat melakukan aksi beli dan jual yang cukup aktif. Beberapa saham besar mengalami aksi jual asing (net sell) di sesi I â konsisten dengan pola kemarin di mana asing terpantau menjual saat IHSG menguat. Namun di sisi lain, asing juga tercatat mengakumulasi beberapa saham pasca rating S&P.
Pola foreign flow menunjukkan rotasi portofolio dari saham perbankan ke sektor energi dan tambang. Ini wajar terjadi pasca reli tajam di sektor perbankan kemarin.
Level Support & Resistance untuk Sesi II
Level harga Resistance 36.150 Resistance 26.100 Resistance 16.085 IHSG Saat Ini****6.075 Support 16.030 Support 26.000 Support 35.950
Outlook Sesi II (13:30 - 16:00 WIB): IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan sideways. Level psikologis 6.000 kini telah menjadi support kuat. Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.050, peluang menuju 6.100-6.150 masih terbuka. Namun aksi profit taking di saham perbankan dapat membatasi kenaikan lebih lanjut.
Update Makro
Rupiah: Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di level Rp18.100 - Rp18.120 per USD. Pelemahan tipis terjadi namun masih dalam rentang stabil setelah pengumuman rating S&P. S&P memproyeksikan nilai tukar rupiah di Rp17.700/USD ke depannya.
Emas: Harga emas terpantau di Rp2.615.000 per gram, turun 0,76% atau Rp20.000. Pelemahan emas seiring penguatan risk appetite di pasar saham.
Minyak: Harga minyak mentah melonjak 10% dalam dua hari terakhir, kembali menjadi sorotan akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak menjadi katalis utama penguatan sektor energi di sesi I.
S&P Rating: S&P Global Ratings menegaskan peringkat investment grade Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Lembaga ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,1% di 2026 â menjadi fondasi sentimen positif yang masih bertahan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli/menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.