Riset & Analisa

Rasio Penting: PER, PBV, ROE, DER — Arti & Cara Pakai

👁️ 1 dibaca

Rasio Penting: PER, PBV, ROE, DER — Arti & Cara Pakai

Kenapa Rasio?

Harga saham Rp1.000 atau Rp10.000 nggak bisa dibandingin langsung. Rasio keuangan adalah alat untuk membandingkan perusahaan secara adil.

1. PER (Price to Earnings Ratio)

Rumus: Harga Saham ÷ Laba per Saham (EPS)

Artinya: Berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk balik modal dari laba perusahaan.

PER Arti
< 10 Murah — mungkin undervalued atau ada masalah
10-20 Wajar — rata-rata saham blue chip Indonesia
> 20 Mahal — ekspektasi pertumbuhan tinggi

Contoh: Saham Rp5.000, EPS Rp500 → PER = 10. Artinya 10 tahun balik modal.

2. PBV (Price to Book Value)

Rumus: Harga Saham ÷ Nilai Buku per Saham

Artinya: Berapa kali lipat harga saham dari nilai aset bersih perusahaan.

PBV Arti
< 1 Harga di bawah nilai aset — bisa jadi murah
1-3 Wajar untuk saham perbankan & properti
> 5 Mahal — biasanya saham teknologi

3. ROE (Return on Equity)

Rumus: Laba Bersih ÷ Ekuitas × 100%

Artinya: Efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal pemegang saham.

ROE Arti
> 20% Sangat baik — perusahaan efisien
10-20% Baik — standar perusahaan sehat
< 10% Kurang — bisa di bawah deposito

4. DER (Debt to Equity Ratio)

Rumus: Total Utang ÷ Total Ekuitas

Artinya: Seberapa besar utang perusahaan dibanding modal sendiri.

DER Arti
< 0.5 Konservatif — aman
0.5 - 1.5 Wajar — tergantung sektor
> 2 Tinggi — risiko gagal bayar lebih besar

Cara Pakai untuk Saham Indonesia

  1. BBCA (Bank): PER 15-20, PBV 2-3, ROE > 18% — cukup standar untuk bank
  2. ADRO (Tambang): PER 4-8, PBV 1-2 — komoditas cyclically
  3. TLKM (Telekom): PER 12-16, DER rendah — dividen stabil

Disclaimer: Artikel edukatif. Bukan rekomendasi beli/jual.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...