Rasio Penting: PER, PBV, ROE, DER — Arti & Cara Pakai
Kenapa Rasio?
Harga saham Rp1.000 atau Rp10.000 nggak bisa dibandingin langsung. Rasio keuangan adalah alat untuk membandingkan perusahaan secara adil.
1. PER (Price to Earnings Ratio)
Rumus: Harga Saham ÷ Laba per Saham (EPS)
Artinya: Berapa tahun waktu yang dibutuhkan untuk balik modal dari laba perusahaan.
| PER | Arti |
|---|---|
| < 10 | Murah — mungkin undervalued atau ada masalah |
| 10-20 | Wajar — rata-rata saham blue chip Indonesia |
| > 20 | Mahal — ekspektasi pertumbuhan tinggi |
Contoh: Saham Rp5.000, EPS Rp500 → PER = 10. Artinya 10 tahun balik modal.
2. PBV (Price to Book Value)
Rumus: Harga Saham ÷ Nilai Buku per Saham
Artinya: Berapa kali lipat harga saham dari nilai aset bersih perusahaan.
| PBV | Arti |
|---|---|
| < 1 | Harga di bawah nilai aset — bisa jadi murah |
| 1-3 | Wajar untuk saham perbankan & properti |
| > 5 | Mahal — biasanya saham teknologi |
3. ROE (Return on Equity)
Rumus: Laba Bersih ÷ Ekuitas × 100%
Artinya: Efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
| ROE | Arti |
|---|---|
| > 20% | Sangat baik — perusahaan efisien |
| 10-20% | Baik — standar perusahaan sehat |
| < 10% | Kurang — bisa di bawah deposito |
4. DER (Debt to Equity Ratio)
Rumus: Total Utang ÷ Total Ekuitas
Artinya: Seberapa besar utang perusahaan dibanding modal sendiri.
| DER | Arti |
|---|---|
| < 0.5 | Konservatif — aman |
| 0.5 - 1.5 | Wajar — tergantung sektor |
| > 2 | Tinggi — risiko gagal bayar lebih besar |
Cara Pakai untuk Saham Indonesia
- BBCA (Bank): PER 15-20, PBV 2-3, ROE > 18% — cukup standar untuk bank
- ADRO (Tambang): PER 4-8, PBV 1-2 — komoditas cyclically
- TLKM (Telekom): PER 12-16, DER rendah — dividen stabil
Disclaimer: Artikel edukatif. Bukan rekomendasi beli/jual.