Rekomendasi Saham Pekan Ini: MDKA, BBCA, BBTN, dan ANTM
Jakarta, 7 Juni 2026 — Pasar modal Indonesia tengah volatile dengan IHSG yang anjlok ke level 5.594. Meski demikian, beberapa saham tetap menarik untuk dicermati. Berikut rekomendasi dari berbagai sekuritas.
1. MDKA — Merdeka Copper Gold 🪙
Rekomendasi: Buy on Weakness Target Harga: Rp 2.660 (trading harian) — Rp 5.100 (Citi)
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy on weakness untuk saham MDKA. Target harga trading harian di Rp 2.660 dengan entry price Rp 2.510-2.570.
| Level | Harga |
|---|---|
| Resistance | Rp 2.660 |
| Entry | Rp 2.510 - 2.570 |
| Support | Rp 2.510 |
| Stop Loss | Rp 2.360 |
Pada Jumat (5/6), MDKA ditutup menguat 3,2% ke Rp 2.570. Kinerja operasional Q1-2026 solid dengan produksi perdana tambang emas Pani (EMAS) dan bisnis nikel & tembaga yang kuat.
Citi merekomendasikan Buy dengan target harga jangka panjang Rp 5.100, didukung ASP emas yang melonjak 76% ke US$ 4.841/oz.
2. BBCA — Bank Central Asia 🏦
Rekomendasi: Accumulate Target Harga: Masih tinggi (BRIDS)
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menetapkan BBCA sebagai saham pilihan utama di tengah koreksi IHSG. Diskon harga BBCA dinilai sudah dalam (kebablasan), dengan proyeksi harga tetap tinggi di akhir tahun.
BRIDS sebelumnya menurunkan proyeksi IHSG dari 9.200 ke 7.200, namun BBCA tetap menjadi top pick karena fundamental perbankan yang solid dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga.
BBCA adalah bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia dengan kinerja laba yang konsisten.
3. BBTN — Bank Tabungan Negara 🏠
Rekomendasi: Speculative Buy Katalis: Transformasi Digital Loan Factory
BTN menunjukkan perbaikan kualitas aset yang signifikan. NPL turun dari 3,3% (Q1-2025) ke 3,1% (Q1-2026), dan NPL KPR turun ke 2,8%.
Transformasi utama BTN adalah implementasi Loan Factory — pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang memangkas waktu proses dari 10-14 hari menjadi hanya 4-7 hari dengan straight-through processing mencapai 70%.
Analis Bahana Sekuritas memberikan pandangan positif atas perbaikan kualitas aset pada kredit baru BTN, yang dinilai sebagai pencapaian paling menonjol dari transformasi digital perseroan.
4. ANTM — Aneka Tambang / Emas Antam 🥇
Rekomendasi: Wait and See / Buy on Weakness Support: Rp 2.708.000/gr — Rp 2.630.000/gr Resistance: Rp 2.768.000/gr — Rp 2.830.000/gr
Pengamat pasar emas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas Antam (ANTM) bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah ke support Rp 2.708.000 dan Rp 2.630.000 per gram.
Pada Sabtu (6/6), harga emas Antam ambruk Rp 32.000 ke Rp 2.738.000/gram. Buyback juga turun Rp 52.000 ke Rp 2.531.000/gram.
Sepanjang 2026, harga emas Antam masih mencatatkan kenaikan 10% (dari Rp 2.488.000 di awal tahun), dengan ATH di Rp 3.168.000/gram (29 Januari 2026).
📊 Tabel Ringkasan Rekomendasi
| Saham | Rekomendasi | Target Harga | Support |
|---|---|---|---|
| MDKA | Buy on Weakness | Rp 2.660 (trading) / Rp 5.100 (Citi) | Rp 2.510 |
| BBCA | Accumulate | Top Pick — target tinggi | - |
| BBTN | Speculative Buy | Katalis Loan Factory | - |
| ANTM | Wait & See / Buy on Weakness | Rp 2.768K - Rp 2.830K/gr | Rp 2.708K/gr |
⚠️ Disclaimer
Rekomendasi ini bersifat informatif. Seluruh keputusan investasi tetap berada di tangan investor masing-masing. Lakukan riset mandiri dan konsultasi dengan profesional sebelum bertransaksi.
Sumber: KB Valbury Sekuritas, BRIDS, Bahana Sekuritas, Citi, Investor Daily