Rupiah Tertekan Sepanjang Juni — Analis Peringatkan Level Rp 19.000
Jakarta, 7 Juni 2026 — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan masih menghadapi tekanan berat sepanjang Juni 2026, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Proyeksi Pelemahan
Setelah tembus level Rp 18.000, analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah bisa terjerembab lebih dalam hingga menembus level psikologis Rp 19.000 pada akhir Juni.
"Untuk rupiah dalam sepekan ke depan kemungkinan ditransaksikan di Rp 17.950 sampai Rp 18.250. Kalau gejolak geopolitik masih berlangsung dan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, di akhir Juni rupiah kemungkinan besar 99,99% akan di Rp 19.000," jelas Ibrahim.
Faktor Pemicu
- Konflik Global Meningkat — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih belum mereda
- Spekulasi Suku Bunga The Fed — Ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendorong penguatan dolar
- DXY Menguat — Indeks dolar AS berpotensi menguat tajam didukung data ekonomi AS yang solid
- Bank Sentral Jepang — Isyarat kenaikan suku bunga BoJ menambah kompleksitas pergerakan mata uang global
Dampak ke Pasar
Pelemahan rupiah telah memicu aksi jual investor asing di pasar saham dan obligasi. Net sell asing tercatat mencapai US$ 3,1 miliar per awal Juni 2026. Investor asing diprediksi makin selektif masuk ke Surat Utang Negara (SUN) meski yield obligasi terus meningkat.
Sumber: IDX Channel, Investor Daily