Berita Pasar

Update Harga Komoditas — Sabtu, 4 Juli 2026: Batu Bara, Emas, Perak, Minyak, CPO, Nikel — Pergerakan Pekan Ini

👁️ 1 dibaca

Jakarta, 4 Juli 2026 — Pasar komoditas global menutup pekan pertama Juli dengan pergerakan bervariasi. Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi menjadi katalis utama bagi logam mulia, sementara batu bara dan nikel masih tertekan oleh faktor pasokan. Berikut rangkuman lengkap pergerakan harga komoditas pekan ini.


📊 Tabel Perbandingan Harga Pekan Lalu vs Sekarang

Komoditas Harga Pekan Lalu Harga Saat Ini (3-4 Juli) Perubahan Pekan Sentimen
Batu Bara (HBA) US$123,91/ton US$126,58/ton (Periode I Juli) +2,15% ✅ Bullish (resmi)
Batu Bara (Global) ~US$132 US$128,80/ton -2,4% 🔴 Bearish (pasar)
Emas (XAU/USD) ~US$4.089/oz US$4.170,25/oz +2,0% ✅ Bullish
Perak (XAG/USD) ~US$58,90/oz US$62,40/oz +5,9% ✅ Bullish
Minyak Brent ~US$72,30/bbl US$72,04-72,30/bbl ~Flat (-0,02%) ⚠️ Netral
Minyak WTI ~US$68,80/bbl US$68,78-69,00/bbl ~Flat (+0,12%) ⚠️ Netral
CPO (Malaysia) ~MYR 4.600/ton MYR 4.480/ton -2,6% 🔴 Bearish
CPO (Ref. Indonesia) US$1.029,51/MT US$1.000,90/MT (Juli) -2,78% 🔴 Bearish
Nikel (LME) ~US$16.500/ton US$16.360/ton -0,85% 🔴 Bearish

1. Batu Bara — Harga Terkini & Faktor

HBA Periode I Juli 2026: US$126,58/ton (naik dari US$123,91/ton pada Juni) Harga Pasar Global (ICE Newcastle): US$128,80/ton (turun 0,23% harian, turun 11,93% sebulan)

Faktor Pendorong:

  • Permintaan China: Rencana lima tahun terbaru China menegaskan strategi energi "all of the above" — memperluas pembangkit listrik batubara sambil tetap menggenjot energi terbarukan. China menyumbang 78% kapasitas pembangkit batubara baru global pada 2025.
  • Permintaan India: Impor batu bara India tetap stabil seiring pertumbuhan kebutuhan listrik.
  • Kebijakan Domestik: Pemerintah Indonesia menaikkan HBA periode I Juli 2026. Tarif PNBP progresif berlaku: pada HBA US$126,58/ton, tarif PNBP berada di kisaran 19% (karena HBA ≥ US$120 s.d. < US$140).
  • Negosiasi Damai AS-Iran: Harga batubara global turun karena ekspektasi resolusi konflik Timur Tengah dan pembukaan kembali penuh Selat Hormuz, yang mengurangi kebutuhan switch fuel.

Prospek Pekan Depan: HBA diperkirakan bertahan di kisaran US$125-130/ton. Pasar global bisa tertekan jika pasokan dari Timur Tengah pulih penuh. Target Trading Economics: US$149,04/ton akhir Q3 2026.


2. Emas — Harga Terkini & Faktor

Harga Emas Spot: US$4.170,25/oz (naik 1,15% harian, naik ~2% mingguan) All-Time High: US$5.608,35/oz (Januari 2026)

Faktor Pendorong:

  • Data Pekerjaan AS Lemah: Nonfarm Payrolls AS Juni hanya 57.000 — jauh di bawah ekspektasi 110.000, kenaikan terkecil dalam 4 bulan. Ini menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed September dari 66% menjadi 50% (CME FedWatch).
  • Dolar AS Melemah: Indeks DXY menuju penurunan mingguan terbesar sejak April 2026, mendorong harga emas.
  • Permintaan Bank Sentral: Bank sentral global menambah 41 ton metrik emas bersih ke cadangan pada Mei 2026 (data World Gold Council).
  • Safe Haven: Ketidakpastian geopolitik global tetap mendukung.
  • Permintaan Fisik: Permintaan India melemah seiring harga tinggi, sementara China menunjukkan sedikit perbaikan.

Prospek Pekan Depan: Jika data tenaga kerja AS terus melandai, emas berpotensi menguji resistance US$4.200/oz. Trading Economics memproyeksikan emas di US$4.269,70/oz akhir Q3 dan US$4.460,56/oz dalam 12 bulan.


3. Perak — Harga Terkini & Faktor

Harga Perak Spot: US$62,40/oz (naik 2,41% harian, naik ~6% mingguan) All-Time High: US$121,64/oz (Januari 2026)

Faktor Pendorong:

  • Korelasi Emas: Perak menguat seiring emas, didorong data pekerjaan AS yang lemah dan ekspektasi suku bunga lebih rendah.
  • Dolar AS Melemah: Sama seperti emas, perak diuntungkan pelemahan dolar.
  • Permintaan Industri: Perak digunakan luas di elektronik, panel surya, dan teknologi medis. Sektor energi surya global terus tumbuh.
  • Pernyataan The Fed: Ketua Fed Kevin Warsh menyatakan ekspektasi inflasi sedang moderat, menegaskan komitmen stabilitas harga.

Prospek Pekan Depan: Perak bisa melanjutkan penguatan jika dolar tetap lemah. Secara tahunan, perak masih melesat 68,92% (YoY). Target Trading Economics: US$65,06/oz akhir Q3, US$72,02/oz dalam 12 bulan.


4. Minyak Mentah — Brent & WTI

Brent: US$72,04-72,30/bbl (naik 0,6% harian, flat mingguan -0,02%) WTI: US$68,78-69,00/bbl (naik 0,5% harian, naik tipis +0,12% mingguan)

Faktor Pendorong:

  • Negosiasi Damai AS-Iran: Pembicaraan damai di Qatar mengurangi premi risiko geopolitik. Selat Hormuz dilaporkan kembali beroperasi normal setelah sebelumnya terganggu konflik.
  • Pasokan Gulf: Kuwait menaikkan produksi minyak menjadi ~1,65 juta bph pada Juni dari ~580.000 bph di Mei pasca-kesepakatan damai sementara AS-Iran. Saudi Aramco mengalihkan sebagian kargo ke spot pricing untuk mempercepat penjualan ke Asia.
  • OPEC+: Kekhawatiran surplus pasokan global membatasi kenaikan harga.
  • Permintaan Global: Data ekonomi AS yang lemah menimbulkan kekhawatiran permintaan.
  • Liburan AS: Volume perdagangan tipis menjelang libur Independence Day.

Prospek Pekan Depan: Pasar menunggu kejelasan durability damai AS-Iran. Jika negosiasi terus berlanjut positif, minyak berpotensi tertekan ke bawah US$70 (Brent). Namun risiko eskalasi tetap ada. Target Brent: US$71-75/bbl dalam jangka pendek.


5. CPO (Crude Palm Oil) / Minyak Sawit

Harga CPO Malaysia (Bursa Derivatif): MYR 4.480/ton (turun 0,58% harian, turun 2,63% sebulan) Harga Referensi CPO Indonesia (Kemendag) Juli 2026: US$1.000,90/MT (turun 2,78% dari US$1.029,51/MT)

Faktor Pendorong:

  • Permintaan India Lesu: Impor CPO India turun ke level terendah 14 bulan pada Juni karena diskon harga terhadap minyak nabati pesaing menyempit.
  • Ringgit Menguat: Penguatan ringgit Malaysia membebani harga CPO berdenominasi MYR.
  • Bursa Dalian: Harga minyak nabati di bursa Dalian melemah, menekan sentimen.
  • Mandat B50 Indonesia: Kabar positif — mandat biodiesel B50 resmi mulai berlaku 1 Juli 2026, memperkuat proyeksi konsumsi domestik Indonesia.
  • Ekspor Membaik: Survei kargo menunjukkan ekspor CPO Malaysia 1-25 Juni naik 10,6%-11,1% dibandingkan Mei.
  • Harga Minyak Mentah: Minyak yang lebih kuat membatasi pelemahan.

Prospek Pekan Depan: CPO masih tertekan permintaan India yang lemah, tetapi mandat B50 memberikan support jangka menengah. Trading Economics memproyeksikan MYR 4.720/ton akhir Q3 dan MYR 4.877/ton dalam 12 bulan. Target proyeksi HLIB: RM4.350/ton rata-rata 2026.


6. Nikel — Harga Terkini & Faktor

Harga Nikel LME: US$16.360/ton (naik 0,40% harian, turun 12,21% sebulan) HMA Nikel Indonesia Juni 2026: US$18.799,29/dmt

Faktor Pendorong:

  • Kebijakan Kuota Indonesia: Kementerian ESDM mengindikasikan rencana menaikkan total kuota penambangan (RKAB) menjadi 360 juta ton dari 260 juta ton di H1 2026. Ini membalikkan pengetatan ketat awal tahun yang sempat mendorong harga nikel naik.
  • Dominasi Pasokan Indonesia: Indonesia menyumbang ~60% produksi nikel global setelah investasi besar-besaran dari China.
  • Produksi NPI: Tekanan dari pasokan Nickel Pig Iron (NPI) Indonesia terus membebani harga.
  • Permintaan EV: Sektor baterai kendaraan listrik tetap menjadi pendorong permintaan jangka panjang, namun dalam jangka pendek permintaan belum cukup kuat mengimbangi gelombang pasokan.
  • Kendala Cuaca: Hujan deras dapat menghambat peningkatan produksi jangka pendek.

Prospek Pekan Depan: Nikel masih tertekan oleh prospek peningkatan kuota Indonesia. Level support di US$16.000/ton. Jika konfirmasi kenaikan RKAB terealisasi, harga bisa turun lebih dalam. Trading Economics memproyeksikan US$17.473,84/ton akhir Q3 2026.


📈 Ringkasan & Prospek Pekan Depan

Komoditas Sentimen Pekan Ini Prospek Pekan Depan
Batu Bara Mixed — HBA naik, spot turun Stabil di US$125-130/ton
Emas ✅ Bullish — rebound data NFP Uji US$4.200/oz
Perak ✅ Bullish kuat +6% mingguan Lanjut penguatan ke US$63-65/oz
Minyak Brent ⚠️ Netral — volatilitas rendah Rentang US$70-73/bbl
Minyak WTI ⚠️ Netral — flat mingguan Rentang US$67-70/bbl
CPO 🔴 Bearish — turun 2,78% Tertekan, support MYR 4.400/ton
Nikel 🔴 Bearish — kuota naik Risiko ke US$15.800-16.000/ton

⚠️ Disclaimer

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Seluruh data harga merupakan data pasar terbuka yang dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk Trading Economics, Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, Forbes, dan platform berita lainnya. Harga dapat berbeda antar platform dan waktu transaksi. Bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan untuk membeli/menjual aset tertentu. Konsultasikan dengan advisor keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi ini.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...