Berita Pasar

Update Kurs Rupiah — Jumat, 3 Juli 2026: USD, EUR, JPY, SGD, MYR — Pergerakan Hari Ini

👁️ 4 dibaca

Jakarta — Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat (3/7/2026) di tengah tekanan indeks dolar AS (DXY) yang masih perkasa. Berikut adalah kurs terkini untuk lima mata uang utama dan pergerakannya.


Ringkasan USD/IDR

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada di kisaran Rp17.950 per USD (kurs tengah pasar), melanjutkan pelemahan dari level Rp17.953 pada perdagangan Rabu (1/7). Sepanjang pekan ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.832 – Rp18.025.

Perubahan hari ini: -0,14% (sedikit menguat dari penutupan kemarin)

Perubahan YTD (Year-to-Date): Rupiah melemah sekitar +7,80% terhadap dolar AS sejak awal 2026, dari Rp16.675 menjadi Rp17.950.


Tabel Kurs Hari Ini

Mata Uang Kurs (IDR) Change Hari Ini Sentimen
USD/IDR Rp17.950 -0,14% ✅ (menguat tipis) Bearish ⚠️
EUR/IDR Rp20.530 +0,35% (melemah) Bearish ⚠️
JPY/IDR Rp111,34 +0,68% (melemah) Bearish ⚠️
SGD/IDR Rp13.900 +0,18% (melemah) Bearish ⚠️
MYR/IDR Rp4.415 +0,36% (melemah) Bearish ⚠️

Catatan: Angka positif pada tabel menunjukkan mata uang asing menguat terhadap rupiah (rupiah melemah). Tanda ✅/⚠️ menunjukkan pergerakan rupiah vs mata uang tersebut.


Pergerakan Mata Uang Asia

Mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS pagi ini seiring indeks DXY bertahan di level tinggi. Pergerakan:

  • Yen Jepang (JPY): Melemah tipis, bergerak di kisaran ¥111,3 per IDR — masih tertekan oleh kebijakan moneter longgar Bank of Japan.
  • Dolar Singapura (SGD): Menguat ke Rp13.900, naik +0,23% dalam sepekan.
  • Ringgit Malaysia (MYR): Menguat ke Rp4.415, mencatat kenaikan +0,83% dalam sepekan — tertinggi di antara mata uang Asia lainnya.
  • Baht Thailand (THB), Peso Filipina (PHP), dan Rupee India (INR): Terpantau melemah seiring outflow dari pasar emerging.

Faktor Penggerak Rupiah

1. Indeks Dolar AS (DXY)

DXY masih bertahan di atas level 105, didorong oleh data tenaga kerja AS yang solid dan sikap hawkish The Fed. Ini memberikan tekanan ke seluruh mata uang emerging, termasuk rupiah.

2. Kebijakan Bank Indonesia (BI)

BI terus melakukan intervensi ganda (double intervention) di pasar DNDF dan SBN untuk menahan pelemahan rupiah. Suku bunga acuan BI diperkirakan masih akan ditahan di level 6,25%.

3. Inflasi dan Neraca Dagang

Inflasi Indonesia masih dalam target, namun tekanan imported inflation mulai terasa akibat pelemahan rupiah. Neraca dagang diperkirakan tetap surplus, namun nilai ekspor tertekan oleh perlambatan ekonomi global.

4. Capital Flow

Arus modal asing masih terpantau keluar dari pasar SBN dan saham Indonesia, menambah tekanan pada rupiah. Yield SBN 10 tahun naik ke level 7,2%.


Dampak ke IHSG dan Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka mixed pagi ini. Pada perdagangan sebelumnya (1/7), IHSG ditutup di 5.648, naik tipis +0,09%. Namun dalam sepekan terakhir, IHSG sempat tertekan outflow asing dan anjlok -2,62% pada akhir Juni.

Sektor yang terpengaruh pelemahan rupiah:

  • Saham importir (teknologi, consumer goods) tertekan biaya impor yang naik
  • Saham eksportir (CPO, tambang batu bara) diuntungkan dari pendapatan dolar yang lebih tinggi
  • Sektor perbankan cenderung netral hingga positif karena eksposur valas

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan untuk melakukan transaksi valas. Kurs dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek kurs terkini di bank atau platform resmi sebelum melakukan transaksi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda.


Data dihimpun pada 3 Juli 2026 pukul 09:00 WIB. Sumber: Wise, kursdollar.org, exchange-rates.org, Kompas.com.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...