IHSG

Update IHSG & Rekomendasi Saham — Kamis, 2 Juli 2026: IHSG Rebound 0,92% ke 5.695, Pasar Masih Wait and See

👁️ 2 dibaca

Jakarta, 2 Juli 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/7/2026), membuka awal Juli dengan rebound positif setelah tekanan berat sepanjang Juni 2026. Namun, sentimen pasar masih bercampur dan investor disarankan tetap waspada.

Ringkasan Pergerakan IHSG

IndikatorNilai
Tutup Sebelumnya5.643,19
Harga Terkini5.695,12
Perubahan+51,92 poin (+0,92%)
High Harian5.737,74
Low Harian5.607,45
52-Week High9.174,47
52-Week Low5.317,91

IHSG mengawali perdagangan dengan gap naik lebih dari 1% ke level 5.700-an, sebelum ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,92%. Meskipun terjadi rebound, volume transaksi masih tergolong sepi — mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar.

Support & Resistance Level

LevelResistanceSupport
Level 15.7405.600
Level 25.8005.530
Level 35.8505.318 (52w Low)

Resistance terdekat berada di 5.740 (high harian sebelumnya). Jika tembus, IHSG berpeluang menuju 5.800 secara psikologis. Support terdekat ada di 5.600. Jika jebol, level 5.530 akan menjadi pertahanan berikutnya.

Sentimen Pasar

  • Asing: Masih tercatat net sell sebesar Rp 577 miliar pada Rabu (1/7). Asing konsisten melakukan aksi jual di tengah ketidakpastian global.
  • Rupiah: Tertekan ke kisaran Rp 17.930 – Rp 17.963 per dolar AS. Pelemahan rupiah menambah tekanan bagi IHSG.
  • Komoditas: Harga minyak naik tipis, sementara harga emas cenderung stabil. Belum ada katalis signifikan dari sektor komoditas.
  • Global: Bursa Asia dibuka beragam. Yen Jepang anjlok sementara dolar AS kembali mendekati Rp 18.000. Ketidakpastian arah suku bunga global masih menjadi beban.
  • Domestik: IHSG telah ambles hampir 8% sepanjang Juni, terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Rebound awal Juli lebih bersifat teknikal. OJK menyebut status pasar modal RI masih dalam pengawasan.

Sektor Penggerak

  • Sektor Energi: Saham-saham batu bara dan energi seperti CUAN dan MBMA menjadi top gainers LQ45. Sektor energi memimpin penguatan.
  • Sektor Infrastruktur: Saham BRPT dan emiten grup Prajogo turut mendorong indeks.
  • Sektor Teknologi & Kesehatan: Masih mixed, namun beberapa emiten IPO baru menarik minat investor.

Rekomendasi Saham — Kamis, 2 Juli 2026

📈 Day Trade (5 Rekomendasi)

TipeSahamEntryTPSLAlasan
Day TradeCUAN8.050 – 8.1008.3507.850Top gainer LQ45, momentum bullish dari rebound sektor energi. Volume tinggi mendukung kenaikan lanjutan.
Day TradeMBMA1.200 – 1.2201.2801.150Masuk top gainers LQ45, sejalan dengan penguatan IHSG. Support kuat di 1.200.
Day TradeBRPT3.800 – 3.8504.0003.700Rebound teknikal, volume beli meningkat. Target jangka pendek menarik.
Day TradeADRO3.200 – 3.2503.4003.100Sektor batu bara masih jadi primadona. Koreksi wajar jadi entry point.
Day TradeTLKM2.400 – 2.4202.5202.340Saham defensif yang undervalued, cocok untuk trading di tengah volatilitas.

📊 Long Term (5 Rekomendasi)

TipeSahamEntryTPSLAlasan
Long TermBBCA8.500 – 8.60010.0007.800Fundamental kuat, rasio NPL rendah. Ekspansi digital banking terus berjalan. Cocok untuk hold jangka panjang.
Long TermBBRI3.800 – 3.9004.8003.400Valuasi murah setelah koreksi, dividend yield menarik. Pemulihan kredit UMKM jadi katalis positif.
Long TermASII4.200 – 4.3005.5003.800Konglomerasi terdiversifikasi, bisnis alat berat dan otomotif tetap prospektif. Valuasi diskon.
Long TermBSI (BRIS)1.800 – 1.8502.3001.600Bank syariah terbesar di RI, target jadi bank jumbo sebelum 2030. Pertumbuhan pembiayaan syariah masih tinggi.
Long TermTLKM2.400 – 2.4203.5002.100Monopoli infrastruktur telekomunikasi, dividen stabil, dan valuasi sudah murah setelah koreksi dalam.

Analisis Singkat

Day Trade

CUAN — Saham energi ini mencatatkan performa impresif sebagai top gainer. Volume beli yang tinggi dan momentum positif dari sektor batu bara membuatnya layak untuk trading jangka pendek. Entry di zona 8.050–8.100 dengan target 8.350 dan stop loss di 7.850.

MBMA — Setelah masuk jajaran top gainers LQ45, saham produsen nikel ini masih memiliki ruang penguatan. Support solid di 1.200 membuat risiko terbatas. Cocok untuk swing trading 1-2 hari.

BRPT — Rebound teknikal masih berlanjut. Saham grup Barito Pacific ini jadi salah satu pendorong IHSG. Target jangka pendek 4.000 cukup realistis.

ADRO — Saham batu bara dengan fundamental baik. Koreksi memberikan entry point menarik. Volume perdagangan stabil.

TLKM — Saham defensif yang sudah turun dalam. Di tengah volatilitas pasar, TLKM memberikan stabilitas dengan risiko terukur.

Long Term

BBCA — Bank dengan fundamental terbaik di Indonesia. Rasio kredit macet rendah, ekspansi digital agresif. Harga saat ini menarik untuk akumulasi jangka panjang.

BBRI — Koreksi signifikan membuat valuasi BBRI murah. Dividend yield di atas 5% jadi daya tarik tersendiri. Pemulihan segmen UMKM akan menjadi katalis.

ASII — Saham konglomerasi dengan bisnis terdiversifikasi. Alat berat dan otomotif tetap prospektif. Valuasi diskon 30% dari rata-rata historis.

BSI (BRIS) — Bank syariah dengan pertumbuhan tinggi. Target menjadi bank jumbo sebelum 2030 menunjukkan ambisi ekspansi. Ekosistem syariah di Indonesia terus berkembang.

TLKM — Monopoli alami infrastruktur telekomunikasi Indonesia. Dividen rutin setiap tahun. Valuasi saat ini sudah menarik untuk akumulasi bertahap.

Kesimpulan

IHSG menunjukkan rebound teknikal setelah koreksi dalam di Juni. Namun, aliran dana asing yang masih negatif (net sell Rp 577 miliar), pelemahan rupiah, dan ketidakpastian global masih menjadi risiko. Investor disarankan untuk tetap selektif, menerapkan risk management yang ketat, dan tidak FOMO (Fear Of Missing Out) terhadap rebound hari ini.

Untuk hari ini (2 Juli 2026), IHSG berpotensi terkoreksi setelah penguatan kemarin. Level 5.600 akan menjadi support kunci. Jika bertahan di atasnya, peluang pengujian resistance 5.740 masih terbuka.

⚠️ Disclaimer

Seluruh rekomendasi dan analisis di atas merupakan hasil riset dan opini pribadi Andre Finance, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Selalu lakukan analisis mandiri dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi. Investasi saham mengandung risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan modal. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...