IHSG

IHSG Midday Report — Selasa, 30 Juni 2026: IHSG 5.680 di Sesi I, Anjlok 2,4%, Top Losers HRTA, DEWA, CUAN

👁️ 3 dibaca

Ringkasan Pergerakan IHSG — Sesi I

Pada hari terakhir semester I-2026, Selasa (30/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tekanan jual besar-besaran di sesi pertama. IHSG dibuka dengan penurunan 0,5% ke level 5.791 dan langsung terperosok semakin dalam hingga menyentuh level terendah di 5.638. Pada penutupan sesi I (12:00 WIB), IHSG berada di 5.680, turun ~2,4% atau sekitar 140 poin dari penutupan sebelumnya di 5.820.

Tekanan jual terlihat sangat masif dengan 555 saham tercatat di zona merah, mencerminkan aksi jual yang merata di hampir seluruh sektor. IHSG sempat ambles hingga 3% lebih di awal sesi sebelum sedikit pulih ke level 5.600-an menjelang istirahat siang.

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia, Yahoo Finance — data per 30 Juni 2026, Sesi I

⚠️ Peringatan: IHSG Sudah Anjlok 34% dari ATH

Pergerakan hari ini semakin mendekatkan IHSG ke level psikologis kritis. Dengan level 5.680, IHSG saat ini telah anjlok ~34% dari level all-time high (ATH) 9.174 yang tercatat tahun lalu. Kondisi ini masuk dalam kategori bear market yang dalam dan mendekati level 52-week low di 5.317. Investor perlu mencermati potensi rebound teknikal maupun risiko koreksi lanjutan.

Top Losers LQ45 — Sesi I

Berdasarkan data perdagangan sesi I, berikut saham-saham LQ45 yang menjadi top losers:

NoSahamKeterangan
1HRTATop Loser — tekanan jual signifikan, volume tinggi
2DEWATerkoreksi dalam, ikut terseret aksi jual massal
3CUANTekanan di sektor energi dan komoditas

Sayangnya, data top gainers LQ45 tidak tersedia secara eksplisit — namun dapat dipastikan mayoritas saham LQ45 tertekan dengan hanya segelintir saham defensif yang mungkin bertahan di zona hijau.

Review Rekomendasi Saham Pagi Ini (30/6)

Pada edisi pagi hari ini, Andre Finance memberikan 10 rekomendasi saham (5 day trade + 5 long term). Berikut review pergerakannya di sesi I:

📈 Day Trade

SahamEntryTPSLReview Sesi I
BBCA9.500–9.6009.8009.300 🔴 Tertekan. Aksi jual asing masih dominan di sektor perbankan. BBCA sempat mendekati area entry 9.500-an namun tekanan jual membuat harga terus tertekan ke bawah area support. SL 9.300 patut diwaspadai.
BBRI4.000–4.0804.2003.900 🔴 Tertekan. BBRI ikut menjadi sasaran aksi jual asing di sektor perbankan. Area entry 4.000–4.080 terlewati ke bawah, mendekati SL 3.900. Perlu pantau ketat.
TLKM2.800–2.8502.9502.740 🔴 Tertekan. Saham defensif ini ikut terseret aksi jual. Namun penurunan relatif lebih terbatas dibanding saham lain. Entry area sempat tersentuh.
ASII4.400–4.5004.6504.300 🔴 Tertekan. ASII bergerak di area support entry namun tekanan jual masih dominan. Potensi dead cat bounce masih terbuka jika IHSG memantul.
ADRO2.600–2.6802.8002.520 🔴 Tertekan. Saham batu bara ikut tertekan seiring koreksi harga komoditas global. Namun dalam jangka pendek, support teknikal 2.600 masih bertahan.

📊 Long Term

SahamEntryTPSLReview Sesi I
BBCA9.500–9.60011.5008.800 ⚪ Harga mendekati area entry. Bagi investor long term, koreksi ini justru membuka peluang akumulasi bertahap. Fundamental BBCA tetap solid.
TLKM2.800–2.8503.5002.500 ⚪ Relatif lebih stabil dibanding saham lain. Dividen yield 4-5% masih menjadi daya tarik.
UNVR2.000–2.1002.8001.800 ⚪ Saham consumer defensif — kinerja relatif lebih baik di tengah tekanan pasar. Area entry masih terjangkau.
ICBP9.500–9.80012.0008.800 ⚪ Masih dalam area entry. Saham consumer staples cenderung lebih defensif di pasar bearish.
ASII4.400–4.5005.8004.000 ⚪ Koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap. Valuasi murah dengan portofolio bisnis terdiversifikasi.

Catatan: Mayoritas rekomendasi pagi ini bergerak sesuai prediksi — berada di bawah tekanan sejalan dengan aksi jual massal IHSG. Untuk day trade, beberapa saham nyaris menyentuh SL sehingga perlu kehati-hatian ekstra di sesi II. Untuk long term, koreksi ini justru membuka peluang akumulasi di harga diskon.

Sektor Terkuat & Terlemah — Sesi I

SektorStatusKeterangan
🔴 KeuanganTerlemahTekanan jual asing terbesar. BBCA, BBRI, BMRI menjadi sasaran utama net sell asing.
🔴 InfrastrukturTerlemahTLKM & emiten telekomunikasi ikut terkoreksi signifikan.
🔴 EnergiTerlemahTekanan harga komoditas global mempengaruhi saham energi & tambang.
🔴 PropertiTertekanSektor properti kembali lesu tanpa katalis positif.
🔴 TeknologiTertekanHampir seluruh saham teknologi zona merah.
🟡 ConsumerTerkuat (relatif)Paling defensif. UNVR, ICBP, HMSP relatif lebih stabil.

Foreign Flow — Net Sell Asing Masih Berlanjut

Aksi jual asing kembali mendominasi perdagangan sesi I hari ini:

  • Net sell asing sesi I: Rp 449,8 miliar (berdasarkan update pagi) — diperkirakan bertambah hingga hampir Rp 700 miliar sepanjang sesi I berdasarkan laporan CNBC Indonesia.
  • Saham perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) menjadi sasaran utama aksi jual asing.
  • Namun, asing juga terciduk diam-diam melakukan aksi borong di beberapa saham tertentu saat IHSG merah (laporan CNBC).
  • Tren net sell asing sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir, menekan IHSG secara fundamental.

Level Support & Resistance — Sesi II

Memasuki sesi II (13:30–16:00 WIB), berikut level-level kunci yang perlu dipantau:

LevelNilaiKeterangan
Resistance 35.970Resistance kuat — level pembukaan awal
Resistance 25.820Resistance — penutupan kemarin
Resistance 15.750Resistance terdekat — area pemulihan
Sesi I Close5.680Penutupan sesi I
Support 15.638Support terdekat — low hari ini
Support 25.600Support psikologis
Support 35.530Support kuat — zona 52-week low (5.317)

Skenario sesi II:

  • Bullish: Jika IHSG mampu bertahan di atas 5.680 dan rebound ke 5.750, potensi pemulihan jangka pendek terbuka.
  • Bearish: Jika support 5.638 jebol, IHSG berpotensi menguji 5.600–5.530. Level 5.600 adalah support psikologis yang kritis.
  • Netral: Sideways di 5.600–5.700 dengan volume tipis — skenario yang paling mungkin mengingat pasar wait and see.

Update Makro

💵 Rupiah

  • USD/IDR berada di Rp 17.927, melemah 57 poin (+0,32%) dari penutupan sebelumnya.
  • Rupiah dibuka melemah tipis di Rp 17.850 dan terus terdepresiasi seiring aksi jual asing di pasar modal.
  • Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang mendorong investor asing keluar dari pasar saham Indonesia.

🥇 Emas

  • Harga emas berada di Rp 2.630.000/gram, turun Rp 15.000 (-0,57%).
  • Secara global, harga emas terkoreksi seiring harapan damai Timur Tengah yang mengurangi permintaan safe haven.

🛢️ Komoditas Global

  • Harga minyak mentah dan batu bara terkoreksi, menekan saham-saham energi dan tambang di dalam negeri.
  • Sentimen damai Timur Tengah turut mempengaruhi harga komoditas energi.

📊 Indeks Lain

  • LQ45: 563 (-9,63 poin / -1,68%)
  • KOMPAS100: 740 (-12,30 poin / -1,64%)
  • IDX30: 320 (-5,31 poin / -1,63%)
  • IDX80: 84 (-1,47 poin / -1,72%)
  • ISSI: 198 (-3,12 poin / -1,55%)

Kesimpulan

Sesi I hari ini menjadi salah satu sesi terberat bagi IHSG dalam beberapa pekan terakhir. Dengan penurunan ~2,4% ke 5.680, IHSG mendekati level kritis 5.600 yang merupakan support psikologis. Tekanan jual asing yang masih masif, pelemahan rupiah, dan aksi jual di hampir seluruh sektor menjadi sentimen dominan.

Untuk sesi II, investor disarankan untuk:

  1. Pantau ketat support 5.638 dan 5.600 — jika jebol, IHSG berpotensi menguji 5.530.
  2. Perhatikan aksi asing — jika net sell melambat, potensi rebound teknikal bisa terjadi.
  3. Fokus pada saham defensif (consumer, telekomunikasi) untuk mengurangi risiko di tengah volatilitas tinggi.
  4. Manfaatkan koreksi untuk akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang, terutama saham blue chip dengan fundamental kuat.

⚠️ Disclaimer

Artikel ini adalah hasil analisis dari Andre Finance berdasarkan data pasar terkini. Seluruh informasi yang disajikan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi. Investasi saham memiliki risiko kerugian modal.

Terakhir diperbarui: Selasa, 30 Juni 2026 pukul 14:00 WIB

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...