Berita Pasar

Update Kurs Rupiah — Selasa, 30 Juni 2026: USD, EUR, JPY, SGD, MYR — Pergerakan Hari Ini

👁️ 3 dibaca

Ringkasan Pergerakan Rupiah — 30 Juni 2026

Rupiah dibuka mixed terhadap mata uang utama pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Dolar AS terpantau di Rp17.851 dengan perubahan -0,05% dari penutupan sebelumnya, sementara mata uang Asia lainnya seperti Ringgit Malaysia (+0,73%) dan Dolar Singapura (+0,21%) menunjukkan penguatan terhadap rupiah.


📊 Tabel Kurs Hari Ini

Mata Uang Kurs (IDR) Change Hari Ini Sentimen
USD/USD Rp17.851 ▼ -0,05% Bearish — DXY menguat
EUR/IDR Rp20.511 ▲ +0,62% Bullish — Euro rebound
JPY/IDR Rp111 ▼ -0,15% Bearish — Yen melemah
SGD/IDR Rp13.884 ▲ +0,21% Bullish — SGD stabil
MYR/IDR Rp4.415 ▲ +0,73% Bullish — Ringgit terkuat Asia

Sumber: kursdollar.org, usdforecast.com, Bank Indonesia, Wise. Kurs dapat bervariasi antar bank (BI: 17.872/18.052, BCA: 17.755/18.030, Mandiri: 17.650/17.950).


📈 Pergerakan YTD (Year-to-Date 2026)

  • USD/IDR menguat +7,17% YTD — dari Rp16.691 ke Rp17.851. Level tertinggi tahun ini tercatat di Rp18.159 (8 Juni 2026).
  • EUR/IDR juga menunjukkan tren naik sejak awal tahun seiring pemulihan euro di pasar global.
  • JPY/IDR cenderung stabil di kisaran Rp110–112 per JPY.
  • SGD/IDR bergerak di rentang Rp13.775–Rp13.889 selama sepekan terakhir.
  • MYR/IDR menguat signifikan sejak awal tahun, konsisten di atas Rp4.300.

🔍 Faktor Penggerak Rupiah

1. DXY (Indeks Dolar AS)

Indeks dolar AS masih bertahan di level tinggi seiring ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap hawkish. Data tenaga kerja AS yang solid menjadi katalis penguatan greenback.

2. Kebijakan Bank Indonesia (BI)

BI terus melakukan intervensi ganda (double intervention) di pasar spot dan DNDF untuk menstabilkan rupiah. Suku bunga acuan BI diperkirakan tetap di level 6,25% untuk menahan tekanan inflasi dan arus modal keluar.

3. Inflasi Domestik

Inflasi Indonesia masih dalam kisaran sasaran, namun tekanan imported inflation dari pelemahan rupiah menjadi perhatian BI.

4. Capital Flow

Aliran modal asing ke pasar SBN (Surat Berharga Negara) masih positif namun mulai melambat. Ketidakpastian arah suku bunga global membuat investor wait-and-see.

5. Sentimen Eksternal

Pasar menanti sinyal The Fed untuk semester II-2026. Kekhawatiran resesi global dan perlambatan ekonomi China turut mempengaruhi pergerakan mata uang Asia.


🏢 Dampak ke IHSG & Saham

Pelemahan rupiah yang masih berlangsung sejak awal tahun memberikan tekanan pada IHSG. Sektor-sektor yang terdampak:

  • Saham Importir (teknologi, bahan baku) — tertekan oleh biaya impor yang lebih mahal.
  • Saham Eksportir (CPO, batu bara, tambang) — diuntungkan dari pendapatan berbasis dolar AS.
  • Sektor Perbankan — cenderung netral dengan potensi naik dari pendapatan valas.

IHSG diperkirakan bergerak mixed dalam jangka pendek dengan support di level 6.800–6.900.


⚠️ Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan untuk membeli/menjual aset tertentu. Seluruh data kurs bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan berdasarkan informasi di atas.


Sumber: kursdollar.org, usdforecast.com, Bank Indonesia, tradingeconomics.com, Kontan, Wise.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...