Riset & Analisa

Valuasi — Cara Bedain Saham Murah vs Mahal

👁️ 1 dibaca

Valuasi — Cara Bedain Saham Murah vs Mahal

Kenapa Valuasi Penting?

Harga saham Rp500 bisa mahal, dan Rp50.000 bisa murah. Valuasi adalah cara ngukur harga wajar saham — bukan dari nominalnya.

3 Metode Valuasi Sederhana

1. PER (Price to Earnings)

Cara paling cepat: bandingkan PER saham dengan PER rata-rata sektor.

Contoh:

  • Rata-rata PER sektor perbankan = 12
  • BBCA PER = 18 → lebih mahal dari rata-rata (tapi ini premium karena kualitas)
  • Bank lain PER = 8 → lebih murah — mungkin ada masalah atau undervalued

Tips: Untuk saham Indonesia, PER di bawah rata-rata 5 tahun terakhir = cenderung murah.

2. PBV (Price to Book)

Cocok untuk saham perbankan, properti, asuransi — industri dengan aset besar.

  • PBV < 1 = harga di bawah nilai aset (murah)
  • Bandingkan dengan PBV historis saham tersebut

3. Metode Komparasi Sederhana

Bandingkan perusahaan dalam sektor yang sama:

Saham PER ROE Margin Laba
Perusahaan A 10 18% 15%
Perusahaan B 15 22% 18%
Perusahaan C 8 8% 5%

Perusahaan B lebih mahal (PER 15), tapi ROE & margin lebih baik — premium wajar.

Faktor Kualitatif

Murah belum tentu bagus. Cek juga:

  1. Apakah laba tumbuh stabil?
  2. Apakah utang terkendali?
  3. Bagaimana prospek industrinya?
  4. Siapa manajemennya?
  5. Apakah sering bagi dividen?

Tools Gratis untuk Valuasi

  1. Stockbit — screening + data historis rasio
  2. RTI Business — data fundamental lengkap
  3. IDX Statistic — laporan resmi BEI
  4. TradingView — chart + screening

Red Flags (Hati-hati)

  • 🚩 PER sangat rendah (di bawah 5) — mungkin ada masalah besar
  • 🚩 PBV di bawah 0.5 terus — mungkin asetnya bermasalah
  • 🚩 Laba turun 3 tahun berturut-turut — jangan cuma lihat valuasi

Disclaimer: Artikel edukatif. Bukan rekomendasi beli/jual.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...