Valuasi — Cara Bedain Saham Murah vs Mahal
Kenapa Valuasi Penting?
Harga saham Rp500 bisa mahal, dan Rp50.000 bisa murah. Valuasi adalah cara ngukur harga wajar saham — bukan dari nominalnya.
3 Metode Valuasi Sederhana
1. PER (Price to Earnings)
Cara paling cepat: bandingkan PER saham dengan PER rata-rata sektor.
Contoh:
- Rata-rata PER sektor perbankan = 12
- BBCA PER = 18 → lebih mahal dari rata-rata (tapi ini premium karena kualitas)
- Bank lain PER = 8 → lebih murah — mungkin ada masalah atau undervalued
Tips: Untuk saham Indonesia, PER di bawah rata-rata 5 tahun terakhir = cenderung murah.
2. PBV (Price to Book)
Cocok untuk saham perbankan, properti, asuransi — industri dengan aset besar.
- PBV < 1 = harga di bawah nilai aset (murah)
- Bandingkan dengan PBV historis saham tersebut
3. Metode Komparasi Sederhana
Bandingkan perusahaan dalam sektor yang sama:
| Saham | PER | ROE | Margin Laba |
|---|---|---|---|
| Perusahaan A | 10 | 18% | 15% |
| Perusahaan B | 15 | 22% | 18% |
| Perusahaan C | 8 | 8% | 5% |
Perusahaan B lebih mahal (PER 15), tapi ROE & margin lebih baik — premium wajar.
Faktor Kualitatif
Murah belum tentu bagus. Cek juga:
- Apakah laba tumbuh stabil?
- Apakah utang terkendali?
- Bagaimana prospek industrinya?
- Siapa manajemennya?
- Apakah sering bagi dividen?
Tools Gratis untuk Valuasi
- Stockbit — screening + data historis rasio
- RTI Business — data fundamental lengkap
- IDX Statistic — laporan resmi BEI
- TradingView — chart + screening
Red Flags (Hati-hati)
- 🚩 PER sangat rendah (di bawah 5) — mungkin ada masalah besar
- 🚩 PBV di bawah 0.5 terus — mungkin asetnya bermasalah
- 🚩 Laba turun 3 tahun berturut-turut — jangan cuma lihat valuasi
Disclaimer: Artikel edukatif. Bukan rekomendasi beli/jual.