Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat pada sesi pertama perdagangan Kamis (9/7/2026), setelah sempat dibuka melemah di zona merah. Mengutip data RTI, IHSG ditutup sesi I di level 5.885, naik 12,32 poin atau +0,21%.
Padahal pagi tadi IHSG dibuka terkoreksi ke level 5.863, melanjutkan pelemahan signifikan kemarin yang turun 1,89% ke 5.873. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak di rentang 5.839 - 5.904 dengan total 319 saham menguat, 268 melemah, dan 199 stagnan.
đ Pergerakan Indeks
Indeks
Nilai
Change
IHSG
5.886
+12,32 (+0,21%)
LQ45
583
+0,61 (+0,10%)
KOMPAS100
765
+1,79 (+0,23%)
IDX30
330
-0,34 (-0,10%)
ISSI
203
+0,65 (+0,32%)
đ Sektor Penggerak
Sebanyak 6 dari 11 indeks sektoral ditutup hijau pada sesi I. Sektor energi dan bahan baku menjadi motor utama penguatan:
IDX Basic (Bahan Baku): +1,56% â sektor terkuat, didorong kenaikan harga komoditas global
IDX Energy: +1,43% â didukung oleh eskalasi konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak ke level tertinggi 2 pekan
IDX Transportation: +1,40%
Sektor yang masih tertekan: properti, infrastruktur, dan barang konsumsi
đ Top Gainers & Top Losers LQ45
â Top Gainers LQ45
Saham
Harga
Change
DEWA (Darma Henwa)
Rp 342
+14,77%
BUMI (Bumi Resources)
Rp 143
+5,15%
ESSA (ESSA Industries)
Rp 560
+3,70%
â Top Losers LQ45
Saham
Harga
Change
KLBF (Kalbe Farma)
Rp 725
-2,03%
JPFA (Japfa Comfeed)
Rp 1.970
-1,99%
ASII (Astra International)
Rp 4.810
-1,64%
đ Review Rekomendasi Saham Pagi Ini
Berikut kinerja 10 rekomendasi saham yang dipublikasikan pagi tadi pada sesi I:
Day Trade
Saham
Entry
Status Sesi I
AKRA
1.200 - 1.220
â
Sektor energi menguat 1,43%. Harga minyak naik akibat konflik AS-Iran menjadi katalis positif.
ELSA
440 - 450
â
Migas masih jadi sektor favorit. ESSA (+3,70%) confirm sentimen positif sektor energi.
PGAS
1.850 - 1.880
â
Kenaikan harga energi global menjadi tailwind. Support 1.850 teruji hari ini.
TLKM
2.800 - 2.840
đĄ Saham defensif â bergerak stabil. Cocok untuk hold di tengah volatilitas.
INKP
5.600 - 5.650
đĄ Sektor industri dasar ikut menguat (+1,56%). INKP defensif dengan fundamental solid.
Long Term
Saham
Entry
Status Sesi I
BBCA
8.800 - 9.000
đĄ Sektor perbankan mixed. BBCA stabil untuk jangka panjang. Masih dalam rentang akumulasi.
TLKM
2.800 - 2.900
đĄ Sideways, dividen yield menarik. Cocok untuk hold jangka panjang.
ASII
4.600 - 4.700
đĄ Di Rp 4.810, turun 1,64% hari ini. Posisi masih di atas entry â hold untuk jangka panjang.
AMMN
5.800 - 6.000
â
Sektor tambang terangkat â IDX Basic naik 1,56%. Emas dan tembaga prospektif.
SMGR
3.600 - 3.800
đĄ Sektor properti dan infrastruktur masih tertekan. Cocok untuk akumulasi bertahap.
đ Foreign Flow
Kemarin (Rabu, 8 Juli), asing mencatatkan net sell Rp 689 miliar â tekanan jual terbesar dalam beberapa waktu terakhir, terutama di saham blue chip LQ45 seperti SMGR, MBMA, dan AMMN. Pada sesi I hari ini, asing masih terpantau cenderung wait and see pasca aksi jual besar kemarin. CNBC Indonesia melaporkan bahwa di tengah aksi jual kemarin, asing ternyata juga memburu beberapa saham tertentu secara selektif.
Potensi tambahan outflow masih menjadi kekhawatiran menyusul masuknya bursa Indonesia dalam daftar pantauan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI), dengan eksposur mencapai Rp 4 triliun. BEI terus menghitung potensi dampak jika status watchlist berlanjut.
đ Level Support & Resistance Sesi II
Level
Nilai
Resistance 3
5.985
Resistance 2
5.920
Resistance 1
5.904 (high sesi I)
**IHSG Sesi I**
**5.885**
Support 1
5.863 (open)
Support 2
5.839 (low sesi I)
Support 3
5.800
IHSG berhasil bertahan di atas level psikologis 5.850 dan membentuk lower high di 5.904. Jika momentum sektor energi dan bahan baku berlanjut ke sesi II, potensi uji resistance 5.920 terbuka. Namun waspadai profit taking menjelang penutupan. Level support utama di 5.839 harus dipertahankan untuk menjaga momentum rebound.
đĩ Update Makro
Rupiah: Melemah ke Rp 18.110 per USD (+80 atau +0,44%). Rupiah terus tertekan di tengah penguatan dolar global dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Emas: Turun 0,30% ke Rp 2.633.000 per gram. Emas terkoreksi meskipun ketegangan geopolitik meningkat â investor mungkin beralih ke instrumen lain.
Minyak Dunia: Harga minyak menyentuh level tertinggi 2 pekan menyusul serangan AS ke Iran. Konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
S&P DJI Watchlist: Bursa Indonesia masih dalam pantauan S&P Dow Jones Indices dengan eksposur Rp 4 triliun. BEI dan OJK terus berkoordinasi mengantisipasi potensi outflow.
Bursa Asia: Mayoritas bursa Asia terpantau hijau hari ini, kontras dengan pembukaan IHSG yang sempat merah â menunjukkan sentimen regional masih kondusif.
Artikel diperbarui: Kamis, 9 Juli 2026, 12:30 WIB | Sumber: RTI, Kontan, CNBC Indonesia, Yahoo Finance | Andre Finance â andrefinance.online
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Selalu lakukan riset mandiri.