IHSG

IHSG Midday Report — Rabu, 8 Juli 2026: IHSG Terkoreksi 1,11% ke 5.920 di Sesi I, S&P Watchlist & Konflik Iran Beri Tekanan

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 10 dibaca â€ĸ â€ĸ

IHSG Midday Report — Rabu, 8 Juli 2026


📉 Ringkasan Pergerakan Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi I hari ini, Rabu (8/7/2026), setelah tekanan dari pengumuman S&P DJI watchlist dan eskalasi konflik Timur Tengah membebani sentimen pasar.

IHSG Sesi I: 5.920,15 (-66,35 poin / -1,11%)

  • Open: 5.934 (turun nyaris 1% dari penutupan sebelumnya)
  • Range Sesi I: 5.897,90 - 5.984,47
  • Previous Close: 5.986,50

Seluruh indeks utama kompak bergerak di zona merah:

Indeks Harga Change %
LQ45 588 -6,98 -1,17%
KOMPAS100 771 -10,72 -1,37%
IDX30 333 -3,75 -1,11%
ISSI 204 -2,14 -1,04%
IDXHIDIV20 412 -3,43 -0,82%
IDX80 88 -1,18 -1,32%
IDXV30 111 -1,21 -1,07%

📰 Sentimen Pasar

1. S&P DJI Watchlist — Beban Utama Pasar S&P Dow Jones Indices mengumumkan Indonesia masuk dalam watchlist untuk potensi downgrade status pasar emerging market. Berita ini menjadi pemic utama koreksi pagi ini, di mana IHSG dibuka terkoreksi nyaris 1%. BEI dan OJK telah buka suara menanggapi pengumuman ini, berupaya meyakinkan pasar bahwa fundamental bursa Indonesia tetap solid.

2. AS Serang Iran — Harga Minyak Melonjak 2% Konflik Timur Tengah kembali memanas setelah AS melancarkan serangan ke Iran. Harga minyak langsung terbang 2% ke US$75,91 per barel. Hal ini memberikan sentimen negatif bagi pasar saham global, termasuk Indonesia, karena meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

3. Bursa Asia Kompak Melemah Tekanan juga datang dari bursa regional Asia yang kompak melemah, seiring investor mencermati eskalasi konflik Timur Tengah dan ketidakpastian arah suku bunga global.


đŸĸ Berita Korporasi

  • Danantara Merger 4 BUMN Asset Management: Danantara resmi merger 4 perusahaan asset management BUMN, menjadi MI terbesar di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan program efisiensi BUMN.
  • Danantara Resmikan Proyek Andalan Prabowo: Investasi Rp3 triliun untuk proyek strategis nasional.
  • EMMI IPO Naik 11,7%: Emiten healthcare EMMI mencatatkan kenaikan 11,7% di hari pertama perdagangan.
  • BACH IPO Mentok Atas: Saham emiten Grup Djarum (BACH) langsung mentok batas atas pada debutnya.
  • BEI Suspensi PEGE: Bursa Efek Indonesia suspensi perdagangan saham Panca Global (PEGE).
  • RS Grup Emtek Kantongi Kredit Rp4 Triliun: Fasilitas kredit dari CIMB Niaga & OCBC.

📊 Review Rekomendasi Pagi Ini

Sejumlah sekuritas menerbitkan rekomendasi saham pagi ini:

MNC Sekuritas (09:04 WIB) — "IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat"

  • Proyeksi penguatan IHSG belum terwujud di sesi I akibat sentimen S&P watchlist yang dominan.
  • Rekomendasi technical buy masih relevan untuk dicermati jika IHSG mampu bertahan di atas support 5.900.

BNI Sekuritas (08:57 WIB) — "IHSG Berpotensi Menguat"

  • Rekomendasi dari BNI Sekuritas juga terganjal sentimen negatif pagi ini.
  • Saham-saham pilihan tetap bisa dikoleksi di harga koreksi untuk jangka menengah.

CNBC Indonesia — "Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini"

  • Rekomendasi saham umumnya masih bertumpu pada sektor perbankan dan komoditas yang resilient.

Catatan: Sebagian besar rekomendasi pagi ini sempat terkoreksi mengikuti IHSG, namun mulai menunjukkan rebound menjelang akhir sesi I. Peluang akumulasi di harga koreksi tetap terbuka untuk investor dengan horizon jangka menengah.


🔝 Top Gainers & Top Losers LQ45 (Perkiraan)

Potensi Top Gainers LQ45:

  • Saham-saham komoditas tambang (ANTM, BRPT, CUAN) berpotensi bertahan lebih baik didukung harga komoditas.
  • Saham perbankan big cap (BBRI, BMRI, BBCA) menjadi penahan koreksi lebih dalam.

Potensi Top Losers LQ45:

  • Sektor properti dan siklikal tertekan oleh sentimen S&P watchlist.
  • Saham-saham teknologi dan konsumer dengan valuasi tinggi mengalami profit taking.

🏭 Sektor Terkuat & Terlemah

Sektor Terkuat:

  • Tambang: Ditopang kenaikan harga minyak (+2%) akibat konflik Iran.
  • Energi: Sentimen positif dari kenaikan harga komoditas energi global.

Sektor Terlemah:

  • Properti & Konstruksi: Paling tertekan oleh sentimen S&P watchlist.
  • Infrastruktur: Ikut tertekan meski ada katalis positif dari proyek Danantara.
  • Teknologi: Profit taking setelah reli sebelumnya.

💸 Foreign Flow

Berdasarkan data kemarin (Selasa, 7/7), asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) setelah IHSG rally 5 hari beruntun. Saham-saham dengan net sell terbesar kemarin antara lain sektor perbankan dan konsumer. Hari ini tekanan jual asing diperkirakan berlanjut seiring sentimen negatif S&P watchlist.

Saham net buy asing kemarin (7/7): Saham komoditas dan tambang masih diburu asing saat IHSG menguat. Saham net sell asing kemarin (7/7): Saham perbankan dan teknologi mengalami tekanan jual.


📈 Level Support & Resistance untuk Sesi II

Resistance:

  • R1: 5.950 — level psikologis terdekat
  • R2: 5.986 — previous close (level pemulihan)
  • R3: 6.000 — level psikologis utama

Support:

  • S1: 5.898 — low sesi I (area beli pertama)
  • S2: 5.850 — level support psikologis berikutnya
  • S3: 5.800 — support kuat jika koreksi berlanjut

Proyeksi Sesi II: IHSG diperkirakan akan bergerak volatil dengan kecenderungan rebound terbatas. Jika berhasil bertahan di atas 5.900, peluang menuju 5.950-5.986 terbuka. Namun jika sentimen S&P watchlist masih dominan, potensi koreksi lanjutan ke 5.850 perlu diwaspadai.


💱 Update Makro

Rupiah:

  • USD/IDR: 18.029 (+44 poin / +0,24%)
  • Dolar AS kembali tembus level Rp18.000, tertinggi dalam beberapa waktu terakhir
  • Tekanan pada rupiah berasal dari sentiment risk-off global dan S&P watchlist

Emas:

  • Harga emas: Rp2.641.000/gram (-14.000 / -0,53%)
  • Koreksi emas terjadi meski ada konflik geopolitik, karena penguatan dolar AS

Minyak:

  • Minyak mentah: US$75,91/barel (+2%)
  • Lonjakan dipicu serangan AS ke Iran di Timur Tengah
  • Berpotensi naik lebih lanjut jika konflik meluas

Indikator Lain:

  • BI perpanjang relaksasi cicilan kartu kredit hingga akhir 2026 — positif untuk sektor konsumer
  • Cadangan devisa Indonesia: US$145,6 miliar (per data terakhir)

Kesimpulan: IHSG mengalami koreksi signifikan di sesi I akibat kombinasi sentimen negatif dari S&P DJI watchlist dan eskalasi konflik Iran. Namun rebound mulai terlihat menjelang akhir sesi I. Sesi II akan menjadi penentu apakah IHSG mampu mempertahankan level 5.900 atau melanjutkan koreksi. Investor disarankan wait and see, dengan opportunity akumulasi di saham-saham fundamental kuat jika koreksi berlanjut.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi beli/jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...