IHSG

Update IHSG & Rekomendasi Saham — Kamis, 9 Juli 2026: IHSG Anjlok 1,89% ke 5.873, Asing Jual Besar-besaran

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 1 dibaca â€ĸ â€ĸ

Pada perdagangan Rabu, 8 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami penurunan signifikan sebesar 113,12 poin atau -1,89% ke level 5.873. Level ini merupakan posisi terendah dalam beberapa waktu terakhir, memutus tren penguatan yang sempat terbangun sebelumnya.

Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 5.872 - 5.984 dengan tekanan jual yang dominan sejak sesi pertama. Indeks dibuka melemah dan terus tertekan hingga penutupan.

📊 Ringkasan Pergerakan IHSG

Indikator****Nilai Harga Penutupan5.873 Perubahan-113,12 (-1,89%) Tertinggi Hari Ini5.984 Terendah Hari Ini5.872 Penutupan Sebelumnya5.986 52-Week High9.174 52-Week Low5.317

Indeks lain kompak melemah: LQ45 turun -2,02%, KOMPAS100 -2,34%, IDX30 -1,83%, dan ISSI -1,63%.

📉 Support & Resistance Level

Level****Nilai Resistance 36.050 Resistance 25.985 Resistance 15.920 **IHSG (saat ini)**5.873 Support 15.850 Support 25.800 Support 35.750

IHSG saat ini berada di dekat support 5.850. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi koreksi lanjutan menuju 5.800 - 5.750 terbuka lebar. Sebaliknya, rebound membutuhkan tembus resistance 5.920 untuk uji 5.985.

🌐 Sentimen Pasar

  • Asing: Net sell Rp 689 miliar — tekanan jual asing sangat besar, terutama di saham-saham blue chip LQ45. SMGR, MBMA, dan AMMN menjadi top losers LQ45.

  • Rupiah: Melemah ke Rp 18.035 per USD (Kontan) / Rp 17.990 (CNBC). Pelemahan rupiah menambah sentimen negatif bagi pasar modal.

  • S&P DJI Watchlist: Bursa Indonesia masuk dalam daftar pantauan S&P Dow Jones Indices. Hal ini memicu kekhawatiran potensi capital outflow. Eksposur saham RI di S&P DJI mencapai Rp 4 triliun, BEI terus menghitung potensi outflow.

  • Global: Ketegangan geopolitik AS vs Iran turut mempengaruhi sentimen risiko global, mendorong investor beralih ke aset safe haven.

  • Komoditas: Tekanan di pasar komoditas global turut membebani saham-saham sektor tambang dan energi.

🏭 Sektor Penggerak

  • Top Losers LQ45: SMGR (Semen Indonesia), MBMA (Merdeka Battery Materials), AMMN (Amman Mineral) — sektor bahan baku dan tambang paling tertekan.

  • Sektor infrastruktur, properti, dan perbankan juga mengalami tekanan jual yang cukup dalam.

  • Tekanan jual merata di hampir seluruh sektor, mencerminkan sentimen risk-off yang sangat kuat.

💎 Rekomendasi Saham — Kamis, 9 Juli 2026

📋 Day Trade (5 Saham)

Tipe
Saham
Entry
TP
SL
Alasan


Day Trade
AKRA
1.200 - 1.220
1.260
1.180
Rekomendasi dari analis; sektor distribusi energi defensif, potensi rebound teknikal setelah koreksi.


Day Trade
ELSA
440 - 450
470
430
Sektor migas masih jadi favorit; volume perdagangan tinggi, pola rebound jangka pendek terlihat.


Day Trade
PGAS
1.850 - 1.880
1.940
1.820
Rekomendasi analis; gas bumi tetap dibutuhkan, valuasi menarik setelah koreksi, support kuat di 1.850.


Day Trade
TLKM
2.800 - 2.840
2.920
2.760
Saham defensif dengan dividen menarik; cocok untuk counter siklis saat pasar volatile.


Day Trade
INKP
5.600 - 5.650
5.850
5.500
Rekomendasi teknikal; sektor pulp & paper defensif, fundamental solid, potensi rebound dari area support.

📋 Long Term (5 Saham)

Tipe
Saham
Entry
TP
SL
Alasan


Long Term
BBCA
8.800 - 9.000
10.500
8.400
Bank dengan fundamental terkuat di RI, CASA tinggi, NIM solid, dividen rutin — cocok akumulasi saat koreksi.


Long Term
TLKM
2.800 - 2.900
3.500
2.650
Raksasa telekomunikasi dengan arus kas kuat, bisnis data center bertumbuh, dividen yield menarik.


Long Term
ASII
4.600 - 4.700
5.800
4.300
Konglomerat otomotif dan alat berat; diversifikasi bisnis kuat, terdiversifikasi, valuasi sedang murah.


Long Term
AMMN
5.800 - 6.000
8.000
5.200
Tambang emas & tembaga; prospek jangka panjang cerah, akumulasi setelah koreksi untuk entry lebih baik.


Long Term
SMGR
3.600 - 3.800
4.800
3.300
Semen Indonesia — terdampak IKN dan infrastruktur pemerintah, koreksi dalam justru peluang akumulasi.

🔍 Analisis Singkat

  • AKRA: Bergerak di distribusi energi dan bahan kimia. Saham ini defensif karena kontrak jangka panjang dengan industri. Koreksi pasar jadi momen entry menarik untuk jangka pendek.

  • ELSA: Emiten minyak dan gas bumi. Didukung harga minyak global yang masih tinggi dan kebutuhan energi domestik. Volume transaksi tinggi menandakan minat investor.

  • PGAS: Perusahaan gas bumi negara. Selain bisnis gas yang stabil, pengembangan infrastruktur gas menjadi katalis positif jangka panjang.

  • TLKM: Saham defensif dengan bisnis telekomunikasi yang terus bertumbuh. Data center dan infrastruktur digital menjadi pendorong utama ke depan.

  • INKP: Indah Kiat Pulp & Paper memiliki fundamental kuat dengan margin operasional stabil. Ekspor produk kertas masih menjadi penopang utama.

  • BBCA: Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Manajemen efisien, rasio kredit bermasalah rendah, dan dividen konsisten menjadi pilihan utama investor jangka panjang.

  • ASII: Astra International — bisnis terdiversifikasi dari otomotif hingga alat berat. Anak usaha di sektor tambang dan agribisnis memberikan nilai tambah.

  • AMMN: Amman Mineral mengelola tambang emas dan tembaga di NTB. Produksi meningkat seiring rampungnya ekspansi pabrik smelter.

  • SMGR: Semen Indonesia masih menjadi pemain utama di industri semen. Proyek IKN dan pembangunan infrastruktur menjadi katalis utama.

âš ī¸ Disclaimer

Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan profesional keuangan sebelum berinvestasi.

Artikel diperbarui: Kamis, 9 Juli 2026 | Sumber data: Kontan, CNBC Indonesia, Yahoo Finance | Andre Finance — andrefinance.online

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...