Ringkasan Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, ditutup di level 5.916,07 atau naik +40,29 poin (+0,69%) dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.875,78. Ini merupakan hari keempat berturut-turut IHSG mencatat penguatan (reli 4 hari).
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.857 â 5.936, dengan level tertinggi harian menyentuh 5.935,68. Meski menguat, IHSG masih tertahan di bawah level psikologis 6.000 yang disebut sulit ditembus dalam waktu dekat oleh sejumlah analis.
Support & Resistance Level
LevelHargaKeterangan Resistance 26.000Level psikologis, sulit ditembus Resistance 15.936High harian (6/7) Support 15.857Low harian (6/7) Support 25.780Support psikologis berikutnya
Sentimen Pasar
Asing: Investor asing masih mencatatkan net sell meskipun IHSG reli 4 hari berturut-turut. IHSG ditopang oleh investor domestik.
Rupiah: Nilai tukar rupiah melemah 0,22% ke Rp17.985 per USD, mendekati level Rp18.000 yang menjadi psikologis.
Inflasi & Neraca Dagang: Inflasi yang naik dan defisit neraca dagang menjadi sentimen negatif yang menekan rupiah dan IHSG.
Global: Won Korea mulai diperdagangkan 24 jam untuk melawan dominasi dolar AS, menunjukkan tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Likuiditas: Likuiditas pasar menipis sehingga kenaikan IHSG menuju 6.000 masih tertahan.
Sektor Penggerak
Sektor-sektor yang mendorong penguatan IHSG pada perdagangan Senin (6/7):
Saham-saham LQ45 menjadi motor penggerak, dengan top gainers seperti AKRA, BBRI, dan BUMI.
Sektor infrastruktur, energi, dan perbankan mendominasi kenaikan.
Rekomendasi Saham â Day Trade (7 Juli 2026)
TipeSahamEntryTPSLAlasan Day TradeBBRI4.8004.9004.720Top gainer LQ45, momentum penguatan perbankan Day TradeAKRA1.5001.5501.450Top gainer LQ45, volume tinggi Day TradeBUMI130138124Top gainer LQ45, sektor energi positif Day TradeTLKM2.8002.8802.740Sektor infrastruktur, stabil dengan prospek dividen Day TradeASII4.6004.7004.520Rebound teknikal, support kuat
Rekomendasi Saham â Long Term
TipeSahamEntryTPSLAlasan Long TermBBCA9.80011.0009.200Fundamental kuat, raja perbankan, dividen rutin Long TermTLKM2.8003.3002.600Monopoli infrastruktur, dividen yield menarik Long TermUNVR2.2002.7001.950Consumer goods defensif, stabil saat volatilitas Long TermADRO2.6003.2002.300Komoditas batubara prospektif, permintaan energi tinggi Long TermSMGR4.2005.0003.800Semen, prospek infrastruktur jangka panjang
Analisis Singkat
BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
BBRI tampil sebagai top gainer LQ45 dengan volume tinggi. Bank dengan fokus segmen UMKM ini tetap menjadi pilihan utama investor domestik. Momentum penguatan sektor perbankan mendukung pergerakan positif BBRI dalam jangka pendek. Secara fundamental, BBRI menawarkan dividen yield yang atraktif dan prospek kredit UMKM yang terus tumbuh.
AKRA (AKR Corporindo)
AKRA mencatatkan penguatan signifikan didorong oleh sektor energi dan distribusi bahan bakar. Volume perdagangan tinggi mengindikasikan minat investor yang kuat. Saham ini cocok untuk day trade dengan momentum positif yang masih berlanjut.
BUMI (Bumi Resources)
Saham tambang batubara ini ikut terdorong oleh kenaikan harga komoditas energi. Dengan harga yang masih rendah di kisaran Rp130, BUMI menawarkan potensi kenaikan bagi trader jangka pendek. Namun tetap waspada terhadap volatilitas harga batubara global.
BBCA (Bank Central Asia)
Pilihan utama untuk long term. Manajemen terbaik di perbankan Indonesia, rasio kredit macet rendah, dan dividen rutin setiap tahun. Entry di level 9.800 cukup ideal untuk akumulasi jangka panjang dengan target harga wajar di atas 11.000.
ADRO (Adaro Energy)
Permintaan energi global masih tinggi ditopang oleh kebutuhan pembangkit listrik di Asia. ADRO memiliki fundamental solid dengan cadangan batubara besar dan diversifikasi ke sektor energi hijau. Cocok untuk investor long term yang mencari eksposur komoditas.
Disclaimer
Seluruh rekomendasi saham di atas merupakan hasil analisis teknikal dan fundamental berdasarkan data yang tersedia. Rekomendasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan Anda sebelum berinvestasi.