đ Ringkasan Rilis Ekonomi â Rabu, 1 Juli 2026
Hari ini, Rabu 1 Juli 2026, menjadi hari yang sibuk bagi pasar keuangan dengan banjir data ekonomi dari Indonesia dan Amerika Serikat. Berikut rincian rilis penting hari ini:
đŽđŠ Rilis Data Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis delapan indikator utama dalam agenda Berita Resmi Statistik (BRS) pada pukul 11.00 WIB secara hybrid. Data-data berikut mengejutkan pasar:
| Waktu (WIB) | Data | Periode | Aktual | Previous | Konsensus | Dampak |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11:00 | Inflasi YoY (IHK) | Jun | 3,34% | 3,08% | 3,20% | đ´ Tinggi |
| 11:00 | Inflasi MtM | Jun | 0,44% | 0,28% | 0,30% | đ´ Tinggi |
| 11:00 | Inflasi Inti YoY | Jun | 2,76% | 2,59% | n/a | đĄ Sedang |
| 11:00 | Neraca Perdagangan | Mei | â1,61 miliar USD (defisit) | +4,30 miliar USD | +2,50 miliar USD | đ´đ´ Sangat Tinggi |
| 11:00 | Ekspor Total (YoY) | Mei | â5,73% | +4,80% | +4,00% | đ´ Tinggi |
| 11:00 | Impor Total (YoY) | Mei | +22,2% | +9,10% | n/a | đ´ Tinggi |
| 11:00 | Defisit Migas | Mei | â3,76 miliar USD | â1,53 miliar USD | n/a | đ´ Tinggi |
| 11:00 | Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) | Jun | n/a | n/a | n/a | đĄ Sedang |
| 11:00 | Nilai Tukar Petani (NTP) | Jun | n/a | n/a | n/a | đĸ Rendah |
Sorotan Indonesia:
- Inflasi Juni menembus 3,34% (YoY), level tertinggi sejak Maret 2026 dan di atas ekspektasi. Lonjakan transportasi (4,57%) dan inflasi inti yang mencapai level tertinggi 38 bulan (2,76%) menjadi pemicu utama. Inflasi masih dalam target BI 1,5%â3,5% namun mendekati batas atas.
- Neraca perdagangan Mei mencatat defisit pertamanya dalam 72 bulan â mengakhiri rekor surplus beruntun selama 6 tahun. Defisit mencapai â1,61 miliar USD, dipicu oleh meroketnya impor migas (+99,5% YoY) akibat blokade Selat Hormuz yang mendorong harga minyak di atas 100 USD/barel serta pelemahan rupiah.
- Ekspor turun â5,73% YoY akibat bottleneck administratif dari aturan baru Danantara Sumberdaya Indonesia (PP No. 24/2026) dan persiapan mandatori B50 yang mengalihkan suplai CPO ke dalam negeri.
đēđ¸ Rilis Data AS (Rabu, 1 Juli 2026 â Waktu AS)
| Waktu (ET) | Data | Periode | Aktual | Previous | Konsensus | Dampak |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 08:15 | ADP Employment Change | Jun | 98K | 122K | 115K | đ´ Tinggi |
| 09:45 | S&P Global Manufacturing PMI (Final) | Jun | 53,9 | 55,1 | 54,40 | đĄ Sedang |
| 10:00 | ISM Manufacturing PMI | Jun | 53,3 | 54,0 | n/a | đ´ Tinggi |
| 10:00 | ISM New Orders Index | Jun | 56,0 | 56,8 | n/a | đĄ Sedang |
| 10:00 | ISM Prices Index | Jun | 73,0 | 82,1 | n/a | đĄ Sedang |
| 10:00 | Construction Spending (MoM) | Mei | 0,1% | 0,4% | 0,2% | đĄ Sedang |
| 10:30 | EIA Crude Oil Inventories | 26 Jun | 408,4M | 412,1M | n/a | đĄ Sedang |
Sorotan AS:
- ADP Employment Change hanya 98K, jauh di bawah ekspektasi 115K dan previous 122K. Ini mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja AS menjelang rilis Non-Farm Payroll besok (Kamis, 2 Juli).
- ISM Manufacturing PMI turun ke 53,3 (vs 54,0 sebelumnya), masih ekspansif namun melambat. Komentar panelis mencatat perang Iran disebut dalam 31% komentar dan tarif dalam 17%, dengan 66% komentar negatif.
- ISM Prices Index turun signifikan ke 73,0 dari 82,1 â masih tinggi namun menunjukkan tekanan harga mulai mereda.
- Employment Index di bawah 50 (49,7) mengonfirmasi kontraksi lapangan kerja manufaktur selama 2 bulan berturut-turut.
đī¸ Rilis Lain yang Relevan
| Waktu | Negara | Data | Periode | Aktual | Previous | Dampak |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sepanjang hari | Global | S&P Global Manufacturing PMI Final (Zona Euro, Jepang, Inggris, Australia, dll) | Jun | Beragam | n/a | đĄ Sedang |
| 09:00 (CET) | Zona Euro | Unemployment Rate | Mei | n/a | n/a | đĄ Sedang |
| 03:30 (CET) | Prancis | CPI Flash (YoY) | Jun | n/a | n/a | đĄ Sedang |
đ Dampak ke Pasar
- IDR (Rupiah): Defisit perdagangan pertama dalam 6 tahun menjadi sentimen negatif kuat bagi rupiah. Ditambah inflasi yang tetap tinggi, ekspektasi BI menahan suku bunga di 6,00% makin kuat. Rupiah berpotensi tertekan menuju 18.000/USD.
- IHSG: Data domestik yang lemah kemungkinan menekan IHSG, terutama sektor komoditas dan manufaktur.
- SBN / Obligasi Pemerintah: Inflasi yang melampaui ekspektasi membuat imbal hasil obligasi (yield) berpotensi naik.
- USD: ADP yang lemah menekan USD, namun masih fokus ke NFP besok. ISM Prices yang turun agak positif untuk risiko risk-on.
- Minyak: Inventaris turun â mendukung harga minyak di tengah krisis geopolitik Iran/Hormuz.
đŽ Preview â Apa yang Perlu Dicermati Besok (Kamis, 2 Juli)
- AS â Non-Farm Payrolls (NFP) Juni â konsensus 105K vs 172K sebelumnya
- AS â Tingkat Pengangguran â diprediksi naik ke 4,35% dari 4,3%
- AS â Initial Jobless Claims â diperkirakan 225K
- AS â Factory Orders (MoM) Mei â diprediksi kontraksi â1,35% setelah sebelumnya naik 4,8%
đ Catatan: Data di atas dihimpun dari sumber publik terpercaya seperti BPS, ISM, ADP, Trading Economics, dan penyedia data ekonomi lainnya. Angka aktual dapat berbeda dari yang tercantum apabila terjadi revisi. Seluruh data bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi.
â ī¸ Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi jual/beli aset keuangan. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan informasi ini.