Update Kurs Rupiah — Rabu, 1 Juli 2026
Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap mayoritas mata uang utama dan regional menunjukkan pergerakan mixed pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Berikut update lengkap kurs rupiah hari ini berdasarkan data mid-market.
Ringkasan USD/IDR
Kurs Saat Ini: Rp17.934,50 per USD
Perubahan Hari: Rupiah melemah tipis +0,10% terhadap dolar AS
Perubahan YTD: Rupiah melemah sekitar +2,8% sejak awal tahun 2026
Dolar AS masih bertahan di level tinggi didorong oleh ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap hawkish di semester kedua 2026.
Tabel Kurs Rupiah
| Mata Uang | Kurs (IDR) | Change Hari Ini | Sentimen |
|---|---|---|---|
| USD (Dolar AS) | Rp17.934,50 | +0,10% | Bearish - DXY masih kuat |
| EUR (Euro) | Rp20.441,44 | +0,08% | Bearish - Eurozone data melemah |
| JPY (Yen Jepang) | Rp110,37 | -0,15% | Bullish - Yen menguat |
| SGD (Dolar Singapura) | Rp13.902,71 | +0,05% | Bearish - SGD stabil |
| MYR (Ringgit Malaysia) | Rp4.395,71 | -0,12% | Bullish - Ringgit menguat tipis |
Faktor Penggerak Rupiah Hari Ini
1. DXY (Dollar Index)
Indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan di kisaran 105,8 — masih elevated setelah data inflasi AS yang sticky. Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dari sisi eksternal.
2. Kebijakan Bank Indonesia (BI)
BI diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Intervensi pasar spot dan DNDF terus dilakukan oleh otoritas moneter.
3. Inflasi Dalam Negeri
Data inflasi Indonesia edisi Juni diperkirakan masih dalam rentang target BI (2,5 plus minus 1%). Inflasi yang terkendali memberi ruang bagi BI untuk tetap akomodatif dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
4. Capital Flow
Aliran modal asing di pasar SBN masih mencatatkan net buy tipis di awal pekan, memberikan support moderat bagi rupiah. Namun, ketidakpastian arah suku bunga global masih membatasi penguatan signifikan.
5. Pergerakan Mata Uang Asia
Mata uang Asia mayoritas bergerak mixed terhadap dolar AS:
- JPY sedikit menguat setelah pernyataan hawkish dari BOJ
- MYR menguat tipis didukung data ekspor Malaysia yang lebih baik
- THB (Baht Thailand) stabil
- CNY (Yuan China) stabil di area 6,80 per USD, memberikan anchor bagi mata uang regional
Dampak ke IHSG dan Saham
Pergerakan rupiah yang cenderung melemah memberikan tekanan terbatas pada IHSG:
- IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.150-7.250 dengan kecenderungan sideways
- Sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) — stable, didukung NIM yang masih sehat
- Sektor teknologi — tertekan oleh pelemahan rupiah karena ketergantungan impor
- Sektor komoditas/ekspor (ADRO, PTBA, ANTM, INCO) — diuntungkan dari pelemahan rupiah karena pendapatan dalam USD
- Sektor konsumen (UNVR, HMSP, KLBF) — waspada terhadap tekanan daya beli
Rekomendasi: Investor disarankan untuk memperhatikan saham-saham berbasis ekspor dan komoditas yang diuntungkan oleh pelemahan rupiah, serta menghindari sektor yang memiliki utang dalam denominasi USD dalam jumlah besar.
Disclaimer
Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi semata, bukan merupakan rekomendasi investasi atau ajakan untuk membeli/menjual aset tertentu. Kurs yang ditampilkan merupakan mid-market rate (kurs tengah) dan mungkin berbeda dengan kurs yang berlaku di bank atau money changer. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing.