Rekomendasi Saham

Rekomendasi Saham Minggu Depan — 13–17 Juli 2026: 5 Day Trade & 5 Long Term Picks

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 2 dibaca â€ĸ â€ĸ

Rekomendasi Saham Minggu Depan — 13–17 Juli 2026: 5 Day Trade & 5 Long Term Picks


📊 Overview IHSG Pekan Lalu (6–10 Juli 2026)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan lalu di zona hijau dengan penguatan 0,83% ke level 5.924,26. Meski tekanan jual asing masih berlanjut — tercatat net sell Rp 1,31 triliun sepekan — indeks mampu bertahan di atas support 5.850. Pergerakan IHSG masih didominasi saham lapis kedua dan ketiga, sementara investor menunggu katalis lanjutan untuk menembus level resisten psikologis 6.000.

Sentimen global masih mixed. Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan aksi jual di saham teknologi AS membebani, namun data ekonomi domestik yang solid dan prospek penurunan suku bunga acuan BI memberikan angin segar bagi pasar.


📋 Tabel Rekomendasi Saham

đŸ”Ĩ Day Trade (Minggu Depan)

Tipe Saham Entry TP SL Alasan
Day Trade AMMN (Amman Mineral Internasional) 3.520–3.560 3.650 3.500 Breakout resistance MA20 didukung volume; target dekat dari support kuat. Rekomendasi Mandiri Sekuritas & BNI Sekuritas.
Day Trade JPFA (Japfa Comfeed) 2.060–2.090 2.150 2.040 Momentum bullish jangka pendek dengan support solid; sektor pakan ternak diuntungkan harga jagung global turun. Rekomendasi Mandiri Sekuritas.
Day Trade ELSA (Elnusa) 585–595 620 575 Spec buy dengan volatilitas tinggi; volume meningkat signifikan, berpotensi lanjutkan uptrend jangka pendek. Rekomendasi BNI Sekuritas.
Day Trade PTRO (Petrosea) 3.740–3.940 4.610 3.550 Wave [iii] dari wave C sedang terbentuk dengan potensi kenaikan signifikan ke 4.600+. Rekomendasi MNC Sekuritas.
Day Trade INCO (Vale Indonesia) 4.460–4.560 4.800 4.280 Net buy asing Rp 56 miliar sepekan; katalis nikel dan hilirisasi. Buy on weakness disarankan. Rekomendasi MNC Sekuritas.

đŸĻ Long Term (3–12 Bulan)

Tipe Saham Entry TP SL Alasan
Long Term BBCA (Bank Central Asia) 9.800–10.000 11.500 9.400 Net buy asing tertinggi sepekan Rp 978 miliar. Fundamental solid, pendapatan bunga bersih tumbuh, dividen konsisten. Blue chip paling likuid.
Long Term BBRI (Bank Rakyat Indonesia) 4.400–4.500 5.200 4.200 Pemulihan segmen mikro dan UMKM jadi katalis utama. Valuasi masih menarik dengan PBV di bawah rata-rata historis. Dividen yield kompetitif.
Long Term TLKM (Telkom Indonesia) 2.800–2.900 3.500 2.650 Sektor telekomunikasi defensif; bisnis data center dan fixed broadband tumbuh pesat. Dividen yield tinggi. Rekomendasi Kiwoom Sekuritas.
Long Term ASII (Astra International) 4.800–4.900 5.800 4.500 Diuntungkan perbaikan daya beli dan suku bunga stabil. Sektor otomotif mulai pulih, anak usaha berkontribusi positif. Rekomendasi Kiwoom Sekuritas.
Long Term ANTM (Aneka Tambang) 1.700–1.800 2.200 1.550 Katalis hilirisasi nikel dan emas. Net buy asing Rp 24 miliar sepekan. Harga emas global masih tinggi mendukung kinerja. Rekomendasi BNI Sekuritas.

🔍 Analisis Masing-Masing Saham

AMMN (Amman Mineral Internasional) — Emiten tambang tembaga dan emas ini terus mencatatkan volume produksi yang meningkat. Secara teknikal, harga berada di atas MA20 dengan indikator RSI mengarah bullish. Target resisten terdekat di 3.650 berpeluang ditembus dalam waktu dekat.

JPFA (Japfa Comfeed) — Harga jagung global yang cenderung turun menjadi katalis positif bagi margin perusahaan pakan ternak. JPFA memiliki fundamental yang solid dengan permintaan protein hewani yang terus bertumbuh seiring pemulihan ekonomi.

ELSA (Elnusa) — Anak usaha Pertamina ini bergerak di jasa minyak dan gas. Volume perdagangan meningkat signifikan dalam 2 pekan terakhir. Spesifik buy direkomendasikan karena volatilitas tinggi, cocok untuk trader aktif.

PTRO (Petrosea) — Emiten kontraktor pertambangan ini sedang dalam fase wave ketiga yang biasanya menjadi fase terkuat dalam siklus Elliott Wave. Potensi kenaikan ke 4.610 bahkan 5.500 terbuka lebar jika support 3.550 bertahan.

INCO (Vale Indonesia) — Prospek nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik masih menjadi cerita panjang. Akuisisi oleh MIND ID memperkuat posisi strategis perusahaan di mata investor.

BBCA (Bank Central Asia) — Raja perbankan swasta ini tak pernah kehilangan pesona. Rasio kredit macet (NPL) rendah, margin bunga bersih stabil, dan dividen rutin dibagikan tiap tahun. Pilihan paling aman untuk long term.

BBRI (Bank Rakyat Indonesia) — Kepemilikan saham oleh investor asing mulai kembali. Sektor mikro menjadi andalan dengan tingkat pengembalian (ROE) yang tinggi. Valuasi saat ini masih diskon dibanding emiten bank big four lainnya.

TLKM (Telkom Indonesia) — Transformasi digital dan ekspansi data center menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, TLKM menawarkan stabilitas pendapatan dan dividen yang menarik.

ASII (Astra International) — Konglomerat dengan portofolio terdiversifikasi mulai dari otomotif, alat berat, hingga jasa keuangan. Perbaikan daya beli masyarakat menjadi katalis utama. Harga masih undervalued dibandingkan dengan nilai aset bersihnya.

ANTM (Aneka Tambang) — Perusahaan tambang BUMN ini memiliki cadangan emas dan nikel yang melimpah. Harga emas yang tetap tinggi di level historisnya memberikan kushion bagi laba bersih. Cocok untuk investasi jangka panjang dengan eksposur komoditas.


âš ī¸ Disclaimer

Rekomendasi ini bersifat informasional dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli atau menjual saham. Seluruh analisis didasarkan pada data historis, sentimen pasar, dan rekomendasi dari berbagai sekuritas (Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Kiwoom Sekuritas). Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan broker/penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi. Ingatlah bahwa investasi saham mengandung risiko kerugian modal.


Sumber: Kontan.co.id, Bursa Efek Indonesia (RTI), riset Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Kiwoom Sekuritas.

Artikel ini dibuat pada 12 Juli 2026 untuk perdagangan pekan 13–17 Juli 2026.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...