đ Overview IHSG Pekan Lalu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pekan yang berat dengan koreksi tajam sebesar 4,55% dalam sepekan, ditutup di level 5.896 pada Jumat (26/6/2026) â turun 102,9 poin atau 1,72% di hari terakhir. Sektor barang baku menjadi pemberat utama dengan koreksi 5%, sementara sektor keuangan menjadi satu-satunya yang bertahan di zona hijau tipis.
Kapitalisasi pasar susut Rp 486 triliun dalam sepekan, dengan net sell asing mencapai Rp 6 triliun. Valuasi IHSG kini berada di level 10x PE 2026 â terendah sejak pandemi COVID-19 dan mendekati level krisis 2008/2009.
Analis memproyeksikan IHSG berpotensi menguji rentang 5.700â5.800 pada pekan ini, dengan MNC Sekuritas melihat support di 5.723â5.784 dan resistance 5.912â5.937. Data ekonomi makro seperti PMI Manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi akan menjadi sentimen penentu pekan ini.
Meski tekanan jual masih dominan, valuasi yang sudah sangat murah membuat beberapa saham mulai menarik untuk diakumulasi. Berikut rekomendasi untuk Day Trade dan Long Term pada pekan 29 Juni â 3 Juli 2026.
đ Tabel Rekomendasi
đĨ 5 Day Trade Picks (29 Juni â 3 Juli 2026)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Day Trade | BULL (Bisatron) | 1.020 â 1.040 | 1.100 | 985 | Rebound teknikal dari area support MA20, volume meningkat. Rekomendasi MNC Sekuritas. |
| Day Trade | CUAN (Prakarsa Pilar) | 7.400 â 7.500 | 8.000 | 7.150 | Saham teknikal dengan momentum beli, pola hammer di level support. |
| Day Trade | JSMR (Jasa Marga) | 3.800 â 3.850 | 4.050 | 3.700 | Volume tinggi saat koreksi; arus mudik mulai terlihat. Rekomendasi MNC Sekuritas. |
| Day Trade | WIIM (Wismilak) | 2.120 â 2.150 | 2.280 | 2.040 | Saham consumer defensif, tren uptrend jangka pendek masih terjaga. |
| Day Trade | AMRT (Alfaria Trijaya) | 2.110 â 2.140 | 2.260 | 2.050 | Pergerakan di atas MA5, sektor ritel defensif menarik saat IHSG volatile. |
đ 5 Long Term Picks (Hold 3â6 Bulan)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Long Term | BBCA | 8.100 â 8.300 | 10.000+ | 7.600 | Bank dengan fundamental terkuat, PBV mendekati level GFC; Buy kuat dari UOB Kay Hian & BRI Danareksa. |
| Long Term | ASII | 5.000 â 5.200 | 7.100 | 4.700 | Valuasi murah (PBV <1x), target UOB Kay Hian Rp 7.100 dan BRI Danareksa Rp 7.450. |
| Long Term | JPFA | 2.400 â 2.500 | 3.100 | 2.200 | Prospek didukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), permintaan protein tinggi. |
| Long Term | AMMN (Ammann Mineral) | 5.600 â 5.800 | 7.000 | 5.200 | Eksposur tembaga dan emas; tema hilirisasi dan EV jangka panjang. |
| Long Term | TLKM (Telkom) | 2.800 â 2.900 | 3.600 | 2.600 | Konsolidasi industri telekomunikasi, prospek dividen, valuasi atraktif. |
đ Analisis Masing-Masing Saham
Day Trade Picks
BULL (PT Bisatron Bima Perkasa) â Saham ini masuk rekomendasi MNC Sekuritas untuk pekan depan. Secara teknikal, BULL menunjukkan potensi rebound dari area support MA20 dengan volume yang mulai meningkat. Trader bisa memanfaatkan momentum pembalikan jangka pendek dengan target ke area resistance Rp 1.100.
CUAN (PT Prakarsa Pilar Utama) â Momentum teknikal masih mendukung dengan pola hammer yang muncul di level support. Pergerakan harga menunjukkan potensi penguatan menuju area Rp 8.000. Disarankan entry pada area pullback untuk memaksimalkan risk-reward ratio.
JSMR (PT Jasa Marga) â Volume perdagangan JSMR meningkat menjelang musim liburan. Saham ini menjadi favorit trader jangka pendek karena sensitivitasnya terhadap volume lalu lintas. Target Rp 4.050 dapat dicapai dalam pekan ini jika sentimen positif mendukung.
WIIM (PT Wismilak Inti Makmur) â Masuk dalam sektor consumer defensif yang lebih tahan terhadap volatilitas IHSG. Tren kenaikan jangka pendek masih terlihat jelas, dengan support kuat di Rp 2.040 dan potensi menuju area Rp 2.280.
AMRT (PT Sumber Alfaria Trijaya) â Saham ritel terbesar di Indonesia ini tetap menarik untuk trading saat IHSG volatile. Pergerakan di atas MA5 mengindikasikan momentum positif. Likuiditas tinggi memudahkan entry dan exit.
Long Term Picks
BBCA (PT Bank Central Asia) â UOB Kay Hian merekomendasikan BBCA dengan target Rp 8.150, sementara BRI Danareksa Sekuritas memasang target Rp 10.800. Dengan PBV yang mendekati level terendah saat krisis keuangan global, BBCA menawarkan dividend yield ~5% dan fundamental perbankan paling solid di Indonesia. Cocok untuk akumulasi bertahap.
ASII (PT Astra International) â Target harga dari UOB Kay Hian di Rp 7.100 dan BRI Danareksa Sekuritas di Rp 7.450 memberikan potensi upside lebih dari 40% dari harga saat ini. Portofolio bisnis yang terdiversifikasi (otomotif, alat berat, agribisnis, infrastruktur) membuat ASII menjadi pilihan defensif jangka panjang. Valuasi saat ini sangat menarik di bawah PBV 1x.
JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia) â Target Rp 3.100â3.330 dari dua sekuritas terkemuka didukung oleh prospek program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan meningkatkan permintaan protein hewani secara signifikan. Kinerja keuangan Japfa diperkirakan membaik sejalan dengan pemulihan harga komoditas pakan.
AMMN (PT Amman Mineral Internasional) â Eksposur penuh terhadap tembaga dan emas membuat AMMN menjadi pilihan menarik di tengah tren kenaikan harga komoditas logam. UOB Kay Hian menargetkan Rp 7.000 per saham. Tema kendaraan listrik (EV) dan hilirisasi menjadi katalis jangka panjang.
TLKM (PT Telkom Indonesia) â Target Rp 3.600 dari UOB Kay Hian didukung oleh prospek konsolidasi industri telekomunikasi dan potensi lelang spektrum frekuensi baru. Dengan dividen yield di atas 4%, TLKM cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan pasif plus potensi capital gain jangka menengah.
â ī¸ Disclaimer
Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Seluruh analisis dan rekomendasi di atas merupakan hasil riset yang merujuk pada data publik dan laporan analis sekuritas (MNC Sekuritas, UOB Kay Hian, BRI Danareksa Sekuritas, Phintraco Sekuritas). Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan financial advisor profesional sebelum berinvestasi.
Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini.