Berita Pasar

Sorotan Pasar: IHSG, Rupiah & Komoditas — Minggu, 12 Juli 2026

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 6 dibaca â€ĸ â€ĸ

Ringkasan IHSG Penutupan Jumat (10/7)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 11,91 poin (+0,20%) ke level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7). Dalam sepekan, IHSG mencatat kenaikan +0,83%, didorong oleh technical rebound dan sentimen domestik yang membaik. Total volume perdagangan mencapai 18,11 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,17 triliun. Sebanyak 364 saham naik, 241 turun, dan 185 stagnan.

Sektor Penggerak:

  • Penguatan dipimpin sektor energi, barang baku, dan infrastruktur
  • 10 dari 11 sektor IDX-IC tercatat positif pada sesi sebelumnya
  • Saham lapis dua (second liners) menjadi penopang utama kenaikan IHSG sepekan

Top Gainers LQ45 (Jumat): PGEO (+3,7%), PGAS, ADRO, ANTM (+2,1%), dan Darma Henwa (+2,4%) menjadi penggerak utama. Pertamina Geothermal Energy (PGEO) memimpin penguatan sektor energi.

Top Losers LQ45: ISAT, SCMA, dan ASII tercatat sebagai saham dengan tekanan jual terbesar di LQ45.

Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada Jumat (10/7). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 45 poin (+0,25%) ke Rp18.083 per USD setelah sebelumnya tertekan ke Rp18.128 pada Kamis. Kurs BI (12/7):

  • USD/IDR: Beli Rp17.999,6 — Jual Rp18.180,4 (Tengah: Rp18.090)
  • EUR/IDR: Beli Rp20.582,5 — Jual Rp20.793 (Tengah: Rp20.687,75)
  • JPY/IDR: Beli Rp11.086,2 — Jual Rp11.199 (Tengah: Rp11.142,6 per 100 JPY)

Harga Komoditas

Komoditas global bergerak mixed dengan tekanan di energi dan logam:

  • Minyak Brent: US$76,01/barel (-0,38%) — naik didorong eskalasi konflik AS-Iran dan ketegangan di Selat Hormuz
  • Minyak WTI: US$74,69/barel — masih tertahan oleh kekhawatiran permintaan global
  • Emas Spot: US$4.111,62/oz — tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi
  • Batubara Newcastle: US$128,60/ton (-1,04%) — turun seiring lesunya permintaan impor India, meski HBA Indonesia periode I Juli naik ke US$126,58/ton

Sentimen Global

Wall Street (Jumat): Tiga indeks utama AS ditutup positif. S&P 500 +0,4%, Dow Jones +0,3%, Nasdaq +0,3%. S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan mingguan ke-2 berturut-turut (+1,2% dan +1,7%), didorong aksi beli di saham teknologi dan semikonduktor.

Asia & Eksternal:

  • Bursa Asia umumnya menghijau mengikuti Wall Street
  • Yen Jepang melemah ke 162,36 per USD — level terendah dalam 40 tahun
  • Dolar AS melemah (Indeks DXY ke 100,73) memberi ruang bagi emerging markets

Katalis Hari Ini (Pekan Depan)

Beberapa sentimen yang akan diperhatikan pasar pada pekan ini:

  1. Data Inflasi AS (CPI) — Jika lebih rendah dari ekspektasi, bisa mendorong risk-on dan arus modal ke emerging markets termasuk Indonesia. Sebaliknya, CPI tinggi akan memperkuat narasi higher-for-later The Fed
  2. Konflik AS-Iran — Eskalasi di Timur Tengah berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi dan menjaga volatilitas pasar
  3. Cadangan Devisa Indonesia — Naik ke US$145,6 miliar menjadi bantalan positif bagi stabilitas rupiah
  4. Status Watchlist S&P — Masuknya Indonesia ke Frontier Market Watchlist oleh S&P DJI masih dicermati, namun dampak diperkirakan terbatas
  5. Support & Resistance IHSG: Support 5.850–5.880, Resistance 6.000–6.050. Break di atas 6.000 akan menjadi konfirmasi penguatan lanjutan

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset keuangan. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan informasi dalam artikel ini.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...