Ringkasan Pasar Jumat, 3 Juli 2026 â Data terkini untuk perdagangan berikutnya (Senin, 6 Juli 2026).
đ IHSG â Rebound Tajam di Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 131,22 poin (+2,28%) ke level 5.875,78 pada perdagangan Jumat (3/7). Penguatan ini merupakan rebound signifikan setelah sepekan tertekan.
Sektor Penggerak:
- Perindustrian: +3,61%
- Barang Baku (Basic Materials): +3,24%
- Infrastruktur: +2,24%
- Seluruh sektoral kompak menguat.
Top Gainers LQ45:
- ISAT (Indosat) +8,77%
- AMMN (Amman Mineral) +8,02%
- BBTN (Bank Tabungan Negara) +6,42%
Top Losers LQ45:
- BRPT (Barito Pacific) -1,00%
- CPIN (Charoen Pokphand) -0,96%
- ESSA (Essa Industries) -0,92%
Volume & Nilai: 17,95 miliar saham | Rp 10,40 triliun
Catatan: Meski menguat, IHSG masih melemah -0,35% secara sepekan. Investor asing mencatat net sell Rp 3,27 triliun sepekan, dengan jual bersih terbesar di BBRI (Rp 751 miliar), BMRI (Rp 600 miliar), dan BBCA (Rp 459 miliar). Arus asing masih negatif.
đĩ Kurs Rupiah â Menguat Tipis
Bank Indonesia â 5 Juli 2026:
- USD/IDR: 17.904 (beli) â 18.084 (jual) | Kurs Tengah: 17.994
- EUR/IDR: 20.423 (beli) â 20.630 (jual) | Kurs Tengah: 20.527
- JPY/IDR: 110,90 (beli) â 112,02 (jual) | Kurs Tengah: 111,46 (per 100 JPY)
- SGD/IDR: 13.837 (beli) â 13.977 (jual) | Kurs Tengah: 13.907
Rupiah di pasar spot tercatat Rp 17.963 per USD pada Jumat, menguat 0,18% dari hari sebelumnya.
đĸī¸ Harga Komoditas (3 Juli 2026)
| Komoditas | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Minyak Mentah (WTI) | USD 68,76/barel | +0,11% (harian) |
| Emas (Gold Spot) | USD 4.170,25/oz | +1,15% (harian) |
| Batubara (Newcastle) | USD 128,80/ton | -0,23% (harian) |
Minyak: Stabil di ~$69/barel seiring meredanya ketegangan Timur Tengah â negosiasi AS-Iran di Qatar terus berlanjut. Ekspor Arab Saudi pulih ke ~90% level pra-konflik. Minyak masih turun -26% dalam sebulan.
Emas: Melonjak +1,15% didorong data tenaga kerja AS yang lemah (Nonfarm Payrolls hanya +57.000 vs ekspektasi 110.000). Suku bunga AS diperkirakan tidak akan naik dalam waktu dekat. Emas masih naik +25% YoY.
Batubara: Terkoreksi tipis ke $128,80/ton, melanjutkan tren penurunan. Harga batubara ambles -12,71% dalam sebulan, masih +17,14% YoY. HBA periode I Juli 2026 ditetapkan USD 126,58/ton.
đ Sentimen Global
Wall Street: Data nonfarm payrolls AS Juni hanya 57.000 (vs 110.000 estimasi), terendah 4 bulan â memperkuat ekspektasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga di September (probabilitas turun dari 66% ke 50%). Dolar AS melemah, mendorong aset berisiko.
Asia: Bursa Asia kompak menguat merespons data ketenagakerjaan AS yang lemah. PMI kawasan Asia masih di zona ekspansi. China mengonfirmasi strategi batubara + energi terbarukan secara bersamaan.
đŽ Katalis Pekan Ini (6-10 Juli 2026)
- Cadangan Devisa Indonesia â Rilis data Juli, indikator ketahanan eksternal
- Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) â Mengukur optimisme domestik
- Neraca Dagang AS â Data Juni, pengaruh ke ekspektasi suku bunga global
- FOMC Minutes â Risalah rapat The Fed, petunjuk arah suku bunga ke depan
- Negosiasi AS-Iran â Perkembangan damai Timur Tengah berpengaruh ke harga minyak
Level Teknikal IHSG (MNC Sekuritas):
- Support: 5.486 â 5.800 â 5.830
- Resistance: 5.950 â 6.000 â 6.286
- Proyeksi Senin: 5.840 - 5.950
⥠Rekomendasi Saham (dari Analis)
- JPFA â Target Rp 2.100 - Rp 2.210
- MLPL â Target Rp 89 - Rp 97
- PSAB (J Resources) â Target Rp 444 - Rp 464
- BRIS (Bank Syariah Indonesia) â Momentum teknikal positif
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Seluruh keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca masing-masing. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari informasi ini.
â Andre Finance