Berita Pasar

Sorotan Pasar: IHSG, Rupiah & Komoditas — Sabtu, 18 Juli 2026

👁️ 3 dibaca

Ringkasan IHSG — Penutupan Jumat, 17 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% ke level 6.175 pada Jumat (17/7), melanjutkan reli 7 hari beruntun. Sepanjang pekan 13–17 Juli, IHSG tercatat naik 4,24%—bangkit dari level 5.888 dan berhasil menembus level psikologis 6.000. Kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp10.750 triliun, naik 3,95% dibanding pekan lalu.

Sektor penggerak utama: sektor keuangan (perbankan) dan infrastruktur mendominasi. Saham-saham big cap seperti TLKM, BBTN, dan TOWR menjadi top gainers LQ45, sementara KLBF turut menopang indeks.

Top Gainers & Losers (Pekan Ini)

Top Gainers (LQ45): TLKM, BBTN, TOWR, ASII, AMMN Top Losers: HRTA, WIFI, AKRA Top Gainers (Broad Market): AGAR (+138%), PRDL (+77%), KBLV (+69%), MLPT (+60%) Top Losers (Broad Market): JELI (-40%), COCO (-22%), BAPA (-19%)

Investor asing mencatat net buy Rp442 miliar sepekan—berbalik dari net sell Rp1,74 triliun pekan sebelumnya. Nilai transaksi mingguan mencapai Rp69,95 triliun.

Kurs Rupiah — Sabtu, 18 Juli 2026

Berdasarkan kurs referensi pasar:

  • USD/IDR: Rp17.890 (melemah 0,27%)
  • EUR/IDR: Rp20.459
  • JPY/IDR: Rp110
  • SGD/IDR: Rp13.854
  • Kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR): Rp18.041 per USD

Rupiah bergerak dalam rentang Rp17.890 – Rp17.970 terhadap dolar AS. Sepanjang tahun, rupiah melemah 7,66% (dari 16.691 di awal tahun).

Harga Komoditas

🛢️ Minyak Mentah (WTI): USD 82,47/barel (+4,46% harian). Lonjakan dipicu eskalasi konflik AS-Iran di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap Selat Hormuz yang membatasi lalu lintas kapal tanker. Harga minyak naik 8,73% dalam sebulan dan 24,86% YoY.

🥇 Emas (XAU/USD): USD 4.018/oz (+0,11%). Emas tetap solid di atas USD 4.000 sebagai safe haven di tengah ketegangan geopolitik. Dalam sepekan, emas bergerak di kisaran USD 3.966 – USD 4.120.

🪨 Batubara (Newcastle): USD 130/ton (+0,12%). HBA (Harga Batubara Acuan) Indonesia periode II Juli 2026 ditetapkan USD 131,85/ton. Secara month-to-date, batubara turun 9,60% namun masih +17,65% YoY.

Sentimen Global

Wall Street (Kamis – Jumat, 16-17 Juli): Bursa AS ditutup melemah. S&P 500 turun 1,01% ke 7.457, Nasdaq Composite terkoreksi 1,4% ke 25.520, dan Dow Jones turun 406 poin (-0,77%) ke 52.146. Pelemahan dipimpin aksi jual saham teknologi dan chip. Netflix ambruk pasca rilis guidance lemah. Ketegangan AS-Iran juga menekan sentimen investor.

Asia: Bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan negatif mengikuti koreksi Wall Street. Investor mencermati eskalasi konflik Timur Tengah.

Katalis Hari Ini & Pekan Depan ✅ Reli IHSG 7 hari beruntun dengan net buy asing ✅ Harga komoditas energi (minyak, batubara) tetap tinggi ⚠️ Eskalasi konflik AS-Iran dan Selat Hormuz ⚠️ Pelemahan harga batubara dari level sebelumnya ⚠️ Rilis data ekonomi AS dan China pekan depan ⚠️ Potensi koreksi teknikal IHSG setelah penguatan tajam

Kesimpulan: Pasar domestik menunjukkan momentum positif dengan IHSG tembus 6.000 dan inflow asing kembali. Namun, risiko geopolitik global—khususnya Timur Tengah—tetap menjadi bayang-bayang yang perlu diwaspadai.

⚠️ Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Selalu lakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...