Berita Pasar

Sorotan Pasar: IHSG, Rupiah & Komoditas — Selasa, 30 Juni 2026

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 2 dibaca â€ĸ â€ĸ

Ringkasan IHSG

IHSG ditutup ambruk 177,6 poin atau 3,05% ke level 5.643,19 pada perdagangan Selasa (30/6), hari terakhir semester I 2026. Sepanjang pekan terakhir, IHSG tumbang 7,51%, dan sejak awal tahun anjlok 34,74%. Investor asing mencatat net sell Rp 1,04 triliun di seluruh pasar, dengan jual bersih di pasar reguler mencapai Rp 1,21 triliun.

Seluruh 11 indeks sektoral kompak melemah. Sektor barang baku paling tertekan (-5,54%), disusul energi (-3,51%), barang konsumsi nonprimer (-2,79%), properti (-2,68%), dan infrastruktur (-2,22%). Sektor keuangan turun 1,89%. Volume transaksi mencapai 22,73 miliar saham dengan nilai Rp 15,33 triliun; 564 saham melemah, 136 menguat.

Top Gainers & Losers LQ45

Top Gainers: CPIN (+9,68%), PGEO (+7,14%), WIFI (+2,88%) Top Losers: ESSA (-9,65%), BRPT (-8,54%), MDKA (-7,98%)

Kurs Rupiah

Rupiah di pasar spot ditutup melemah Rp 56 (0,31%) ke Rp 17.907 per USD. Kurs Jisdor BI melemah ke Rp 17.899 per USD. Indeks dolar AS menguat 0,25% ke 101,36. Mata uang Asia mayoritas melemah: Won Korea -0,58%, Ringgit Malaysia -0,22%, Yen Jepang -0,21%. Kurs referensi BI: jual Rp 17.945, tengah Rp 17.856, beli Rp 17.766.

Harga Komoditas

  • Minyak Mentah: ~USD 70,17/barel, naik 1,36% dari hari sebelumnya. Namun turun drastis ~30% sepanjang Q2 2026 — penurunan kuartalan terbesar sejak 2020 — didorong oleh peningkatan pasokan terkait kemajuan damai di Selat Hormuz.
  • Emas: USD 4.017/oz troi, turun 1,71% (terendah 8 bulan). Q2 diperkirakan turun 11%, terburuk dalam beberapa dekade. Dipicu kebijakan moneter ketat Fed dan penguatan dolar.
  • Batubara: Harga acuan (HBA) periode 15-30 Juni 2026 di USD 123,91/ton, naik dari periode sebelumnya. Harga pasar batubara di kisaran USD 143/ton, naik 7,99% sebulan terakhir.

Sentimen Global

Wall Street menguat: S&P 500 naik 0,5% ke 7.499, Nasdaq 100 naik 1%, Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru (+100 poin). Saham teknologi rebound didorong oleh prospek positif dari produsen chip (AMD, Intel, Marvell naik hingga 7%). S&P 500 diperkirakan naik 15% di Q2 — kuartal terkuat dalam 6 tahun.

Di Asia, mayoritas bursa tertekan oleh kekhawatiran suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi global.

Katalis Hari Ini

  • Penutupan semester I: IHSG mencatat kinerja terburuk dalam beberapa tahun.
  • Pasar wait-and-see menjelang rilis data inflasi Juni dan neraca dagang Mei awal Juli.
  • Perkembangan geopolitik AS-Iran masih mempengaruhi harga minyak.
  • Pernyataan hawkish Fed dan data JOLTS AS yang kuat mendorong ekspektasi pengetatan moneter lanjutan.
  • Bank Indonesia berkomitmen menstabilkan rupiah dengan seluruh instrumen yang tersedia.

Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Seluruh keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan informasi di atas.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...