Sorotan Pasar: IHSG, Rupiah & Komoditas â Senin, 20 Juli 2026
Oleh: Andre Finance | 20 Juli 2026
đ IHSG Tembus 6.200, Reli 8 Hari Beruntun
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (20/7) di level 6.231,78, menguat 0,91% (+56,24 poin). Ini menjadi hari kedelapan beruntun IHSG berada di zona hijau â reli terpanjang dalam beberapa bulan terakhir.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 10,75 triliun dengan volume transaksi 35,57 miliar saham senilai Rp 17,16 triliun. Sebanyak 399 saham menguat, 210 melemah, dan 185 stagnan.
Sektor penggerak utama:
Industri +3,44% (paling tinggi)
Energi +2,61% â didorong lonjakan harga minyak global
Barang Baku +2,01%
Teknologi -0,56% (satu-satunya sektor yang melemah)
Top Gainers LQ45:
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +5,56%
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) +5,14%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) +5,13%
Top Losers LQ45:
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -2,77%
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) -2,55%
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) -2,24%
đ° Pasar Valas: Rupiah Tertekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan hari ini:
USD/IDR spot: Rp17.960 (melemah 65 poin / 0,36%)
Kurs tengah BI (JISDOR): Rp17.944
Kurs jual BI: Rp18.444
Kurs beli BI: Rp17.444
Pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset safe haven di tengah eskalasi konflik AS-Iran dan ketidakpastian global.
đĸī¸ Komoditas: Minyak Melonjak, Emas Terkoreksi
Minyak Mentah:
Brent Crude: USD 90,79/barel (+3,05%) â tembus level USD 90, tertinggi dalam setahun terakhir
WTI Crude: USD 84,65/barel (+2,62%)
Lonjakan dipicu ketegangan AS-Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz
Sepanjang Juli, minyak telah naik sekitar 30% dari level terendah
Emas:
Emas spot dunia: USD 4.020,91/oz (-0,10%)
Emas Antam (1 gr): Rp 2.610.000 (-Rp 4.000)
Buyback Antam: Rp 2.341.000/gr (-Rp 8.000)
Tekanan pada emas datang dari reli minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi
Secara tahunan emas masih menguat +18,19%
Batubara:
Newcastle (NCFMc2): US$ 133,35/ton (+3,57% pekanan)
HBA (Indonesia) periode II Juli: US$ 131,85/ton (kalori 6.322 GAR)
Kenaikan didorong permintaan China yang tetap kuat
đ Sentimen Global
Wall Street (Jumat, 17/7): Tiga indeks utama AS ditutup merah. Tech selloff makin dalam usai eskalasi geopolitik AS-Iran.
Dow Jones: 52.146,42 (-0,77%)
S&P 500: 7.457,69 (-1,01%) â pekan pertama negatif sejak Juni
Nasdaq: 25.520,24 (-1,40%) â tertekan saham teknologi
Asia Hari Ini: Bursa Asia bervariasi. IHSG jadi salah satu yang terkuat.
Nikkei (Jepang): -4,03% ke 64.141 â tertekan kekhawatiran perang dagang
Hang Seng (Hong Kong): +2,36% ke 25.143
Shanghai (China): +0,85% ke 3.796
Strait Times (Singapura): -0,19% ke 5.498
đ Katalis Pekan Ini
Konflik AS-Iran: Ketegangan meningkat setelah AS melancarkan serangan udara baru dan Iran mengumumkan gencatan senjata runtuh. Selat Hormuz jadi sorotan.
RDG BI (Rabu-Kamis): Pasar wait-and-see menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia. Ekspektasi BI diperkirakan tetap hawkish.
Harga Minyak: Reli minyak jadi pedang bermata dua â positif untuk emiten energi, negatif untuk inflasi dan daya beli.
Aliran Asing: Asing tercatat net buy jumbo di saham big banks sepekan terakhir, menopang reli IHSG.
**
â ī¸ Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli atau menjual aset keuangan. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan informasi di atas.