Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, ditutup naik 49,44 poin (+0,87%) ke level 5.744,56 setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.806 dan terendah di 5.704. Penguatan ini menjadi hari kedua berturut-turut setelah IHSG mengalami tekanan cukup dalam pada pekan-pekan sebelumnya.
Pergerakan IHSG
| Indikator | Nilai |
| Penutupan IHSG | 5.744,56 |
| Perubahan | +49,44 (+0,87%) |
| High Harian | 5.806,72 |
| Low Harian | 5.704,50 |
| Previous Close | 5.695,12 |
| 52-Week High | 9.174,47 |
| 52-Week Low | 5.317,91 |
Support & Resistance Level
Support: 5.700 — 5.650 — 5.600
Resistance: 5.800 — 5.850 — 5.900
IHSG saat ini masih berada di bawah resistance psikologis 5.800. Jika mampu breach level tersebut dengan volume tinggi, potensi penguatan menuju 5.850—5.900 terbuka. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas 5.700, tekanan jual bisa kembali mengintai dengan support berikutnya di 5.650.
Sentimen Pasar
- Asing: Net sell asing masih berlanjut meski IHSG menguat. Pada Kamis (2/7), net sell asing tercatat sekitar Rp237 miliar. Namun, asing tercatat melakukan net buy pada saham ANTM hingga Rp306,45 miliar, menunjukkan selektivitas investor asing.
- Rupiah: Rupiah masih tertekan di kisaran Rp18.013 per dolar AS (+50 poin), mendekati level psikologis Rp18.000 yang sempat ditembus. Pelemahan rupiah menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
- Komoditas: Harga minyak mentah terus anjlok ke level US$70,82 per barel, memberikan tekanan pada sektor energi. Sementara itu, harga emas naik ke Rp2.640.000/gram (+0,57%), menarik minat ke saham emas dan tambang.
- Global: Kospi Korea Selatan ambruk 8% akibat aksi jual besar-besaran di saham teknologi, memberikan sentimen negatif bagi bursa Asia lainnya termasuk Indonesia.
Sektor Penggerak
- Perbankan: Saham bank jumbo menjadi motor penggerak utama IHSG. Sektor perbankan menunjukkan penguatan signifikan dengan aksi beli yang deras.
- Tambang: Saham ANTM menjadi primadona dengan net buy asing tembus Rp306 miliar, didukung kenaikan harga emas.
- Infrastruktur & Logistik: Rencana merger 7 BUMN logistik oleh Danantara menjadi katalis positif bagi sektor ini.
Rekomendasi Saham Hari Ini — Jumat, 3 Juli 2026
Day Trade (5 Saham)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Day Trade | ANTM | 2.700—2.750 | 2.850—3.000 | 2.620 | Net buy asing masif Rp306 M + sentimen harga emas positif. Momentum penguatan masih kuat didukung volume tinggi. |
| Day Trade | BBRI | 4.500—4.550 | 4.650—4.700 | 4.420 | Bank jumbo kembali diminati. Perbankan menjadi sektor penggerak utama IHSG dengan aksi beli signifikan. |
| Day Trade | BMRI | 6.200—6.250 | 6.400—6.450 | 6.100 | Momentum penguatan sektor perbankan masih berlanjut. Volume transaksi tinggi menunjukkan minat investor. |
| Day Trade | TLKM | 2.800—2.850 | 2.950—3.000 | 2.720 | Saham defensif dengan fundamental kuat. Koreksi teknikal menarik untuk akumulasi jangka pendek. |
| Day Trade | PGAS | 1.500—1.530 | 1.600—1.650 | 1.440 | Adanya penyesuaian harga gas LNG industri menjadi katalis positif. Volume beli mulai meningkat. |
Long Term (5 Saham)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Long Term | ANTM | 2.700—2.800 | 3.500—4.000 | 2.400 | Fundamental tambang emas kuat didukung tren kenaikan harga emas global. Cadangan melimpah, ekspor meningkat. |
| Long Term | BBRI | 4.500—4.600 | 5.500—6.000 | 4.000 | Bank dengan fundamental terkuat di Indonesia. NIM terjaga, NPL rendah, ekspansi kredit masih tumbuh positif. |
| Long Term | TLKM | 2.800—2.900 | 3.800—4.200 | 2.500 | Monopoli infrastruktur telekomunikasi. Dividen yield menarik, bisnis data center dan cloud prospektif. |
| Long Term | ASII | 4.600—4.700 | 6.000—6.500 | 4.000 | Konglomerasi dengan diversifikasi bisnis kuat. Sektor otomotif dan alat berat tetap prospektif di semester II. |
| Long Term | UNVR | 2.200—2.300 | 3.000—3.500 | 1.900 | Konsumen defensif dengan brand equity kuat. Penjualan stabil terlepas dari kondisi ekonomi. Dividen konsisten. |
Analisis Singkat
- ANTM: Menjadi saham paling menarik hari ini setelah mencatat net buy asing Rp306 miliar. Sebagai produsen emas terbesar di Indonesia, ANTM diuntungkan oleh tren kenaikan harga emas global yang mencapai Rp2.640.000/gram. Secara teknikal, harga berpotensi kembali ke level Rp3.000 dalam jangka pendek.
- BBRI & BMRI: Saham perbankan menjadi tulang punggung penguatan IHSG. Dengan valuasi yang masih murah pasca koreksi, aksi beli mulai terlihat. Sentimen positif dari data kredit yang tumbuh dan NIM yang terjaga menjadi katalis.
- TLKM: Koreksi harga membuka peluang akumulasi. Bisnis data center dan cloud computing menjadi sumber pertumbuhan baru di samping bisnis telekomunikasi utama.
- PGAS: Adanya penyesuaian harga gas untuk industri menjadi katalis positif. Secara fundamental, perusahaan masih diuntungkan oleh volume distribusi gas yang stabil.
- ASII: Konglomerasi dengan portofolio bisnis terdiversifikasi. Penjualan alat berat diperkirakan meningkat seiring proyek infrastruktur pemerintah.
- UNVR: Saham defensif yang cocok untuk jangka panjang dengan dividen yield menarik. Produk kebutuhan sehari-hari memastikan permintaan tetap stabil.
Disclaimer
Seluruh informasi dan rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan informasi ini. Selalu lakukan analisis mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum berinvestasi.
Artikel ini dibuat oleh sistem otomatis AndreDevs pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 07:03 WIB. Data harga berdasarkan penutupan perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.