Update Kurs Rupiah — Kamis, 2 Juli 2026
Pagi ini nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang utama dunia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah tipis. Berikut ringkasan kurs terkini per pukul 09:10 WIB.
📊 Ringkasan USD/IDR
USD/IDR: Rp 17.990 per dolar AS
- Perubahan hari ini: ▲ +42,61 (+0,24%) — rupiah melemah tipis terhadap dolar AS
- Posisi penutupan kemarin: ±Rp 17.947
- Perubahan YTD: Rupiah melemah sekitar +10,4% dari level awal tahun ~Rp 16.300
Tabel Kurs Hari Ini
| Mata Uang | Kurs (IDR) | Change Hari Ini | Sentimen |
|---|---|---|---|
| USD (1 USD) | Rp 17.990 | ▲ +0,24% | Bearish 🟡 |
| EUR (1 EUR) | Rp 20.481 | ▲ +0,26% | Bearish 🟡 |
| JPY (100 JPY) | Rp 11.068 | ▲ +0,18% | Bearish 🟡 |
| SGD (1 SGD) | Rp 13.893 | ▲ +0,30% | Bearish 🟡 |
| MYR (1 MYR) | Rp 4.404 | ▲ +0,47% | Bearish 🟡 |
Keterangan: ▲ = Rupiah melemah terhadap mata uang tersebut (kurs naik). Sentimen Bearish berarti rupiah tertekan.
🔍 Faktor Penggerak Rupiah Hari Ini
1. DXY (Indeks Dolar AS) — Dolar AS masih menunjukkan kekuatan di hadapan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pekan ini. Pasar menanti sinyal kebijakan The Fed di semester II-2026, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
2. Kebijakan Bank Indonesia (BI) — BI terus melakukan intervensi ganda (DI dan DNDF) untuk menstabilkan rupiah. Namun tekanan global masih mendominasi.
3. Inflasi & Data Domestik — Inflasi Indonesia masih dalam kisaran sasaran BI, namun capital outflow akibat ketidakpastian global masih membebani rupiah.
4. Capital Flow — Arus modal asing keluar dari pasar obligasi dan saham Indonesia masih berlanjut, seiring imbal hasil US Treasury yang kompetitif.
5. Mata Uang Asia — Mata uang Asia kompak melemah terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia tercatat menguat lebih cepat terhadap rupiah. Peso Filipina dan baht Thailand juga tertekan.
📈 Dampak ke IHSG dan Saham
Pelemahan rupiah biasanya menjadi sentimen negatif bagi IHSG, terutama sektor:
- Saham importir (consumer goods, teknologi) — terbebani oleh biaya impor yang lebih mahal
- Saham yang memiliki utang dolar — beban bunga meningkat
- Sektor perbankan — cenderung resilient karena pendapatan berbasis rupiah
Sebaliknya, sektor eksportir (batu bara, CPO, tekstil) justru diuntungkan oleh pelemahan rupiah karena daya saing harga meningkat di pasar global.
⚠️ Disclaimer
Informasi ini bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset keuangan. Kurs yang tercantum merupakan kurs pasar (mid-rate) dan dapat berbeda dengan kurs transaksi di bank atau money changer masing-masing. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber data: kursdollar.org, Bloomberg, BI | Update: 2 Juli 2026 pukul 09:10 WIB