Ringkasan IHSG
IHSG melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Kamis pagi (2/7), naik ~57 poin (+1,0%) ke level 5.751, setelah ditutup di 5.744 pada Rabu (1/7) yang menguat 0,87% dari posisi 5.695. Indeks bergerak menjauh dari posisi terendah tiga minggu, didorong oleh kekuatan luas di sektor-sektor utama.
Top Gainers & Losers
Top gainers: Hartadinata Abadi (+5,7%), Barito Pacific (+4,7%), Elang Mahkota (+3,7%), Bank Central Asia (+3,1%). Sektor teknologi dan siklikal memimpin penguatan. Di sisi lain, saham-saham tambang dan energi masih tertekan seiring harga komoditas global yang melemah.
Kurs Rupiah
Rupiah masih tertekan di kisaran Rp17.950-Rp18.000 per USD. Pada 1 Juli, kurs tengah pasar berada di Rp17.972,50. Berdasarkan kurs e-Rate BCA: beli Rp17.935 / jual Rp17.955 per USD. Bank Mandiri: beli Rp17.965 / jual Rp17.995. Rupiah mendekati psikologis 18.000, tertekan oleh data neraca dagang RI yang defisit pertama sejak April 2020 dan inflasi Juni yang mencapai tertinggi tiga bulan (3,34%).
Harga Komoditas
- Minyak Mentah: ~$67-68/barel, turun ~2% dalam 3 hari beruntun. Tekanan berasal dari meningkatnya pasokan Selat Hormuz, surplus pasar global, dan kekhawatiran permintaan.
- Emas: COMEX Gold berjangka di ~$4.138/oz, naik +1,37%, menembus $4.100 setelah data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Dolar AS melemah mendukung harga emas.
- Batubara: ~$129,60/ton, stabil tipis (-0,04%). Ekspektasi damai Timur Tengah menekan harga energi. Namun secara tahunan masih +15,9%.
Sentimen Global
Wall Street diperdagangkan mixed dengan S&P 500 dan Dow Jones melemah di tengah data payroll AS yang lemah. Dolar AS tertekan, mendorong penguatan emas dan logam mulia. Pasar Asia umumnya menguat pada perdagangan Kamis, mengikuti rebound ekuitas AS setelah negosiasi AS-Iran di Doha meredakan ketegangan geopolitik.
Katalis Hari Ini
- Negosiasi tidak langsung AS-Iran di Doha â harapan damai menekan harga minyak
- Data neraca perdagangan Indonesia defisit pertama sejak April 2020
- Inflasi Juni 3,34% (tertinggi 3 bulan)
- Fitch Ratings memperingatkan penurunan cadangan devisa
- Data tenaga kerja AS (payroll) di bawah ekspektasi â mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed
- Program pemerintah: pemotongan harga LNG industri, ketahanan pangan, reformasi pasar modal
Disclaimer
Artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan saran investasi. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan informasi ini.