Berita Pasar

Update Kurs Rupiah — Selasa, 14 Juli 2026: USD, EUR, JPY, SGD, MYR — Pergerakan Hari Ini

👁️ 3 dibaca

Ringkasan USD/IDR

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp18.100—Rp18.150 per USD. Pada penutupan Senin (13/7), rupiah melemah 0,24% atau 44 poin ke level Rp18.109 per USD. Indeks dolar AS (DXY) stagnan di posisi 100,95.

Secara year-to-date (YTD), rupiah masih dalam tekanan dengan depresiasi sekitar 3-4% terhadap dolar AS sejak awal tahun akibat konflik geopolitik global dan ketidakpastian pasar.


Tabel Kurs Hari Ini

Mata Uang Kurs (IDR) Perubahan Hari Ini Sentimen
USD/IDR 18.109—18.150 -0,24% (melemah) Bearish 🐻
EUR/IDR 20.629,50 +0,17% (menguat) Bullish 🐂
JPY/IDR 111,52 +0,18% (menguat) Bullish 🐂
SGD/IDR 13.988,84 +0,11% (menguat) Bullish 🐂
MYR/IDR 4.439,41 +0,06% (stabil) Netral ➡️

Sumber: Kurs tengah pasar per 14 Juli 2026 pukul 09:00 WIB


Faktor Penggerak Rupiah

  1. Konflik AS-Iran Meningkat — Eskalasi serangan rudal dan drone serta penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran menekan sentimen risiko global, mendorong investor beralih ke aset safe haven.

  2. Indeks Dolar AS (DXY) — DXY stagnan di 100,95, menunggu arah kebijakan The Fed pada rapat FOMC 28-29 Juli 2026. Risalah pertemuan Juni mengindikasikan beberapa pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga.

  3. Kebijakan Bank Indonesia — BI diperkirakan akan mempertahankan sikap hawkish demi menstabilkan rupiah, dengan potensi intervensi di pasar valas apabila volatilitas meningkat.

  4. Inflasi Domestik — Lonjakan harga energi global akibat konflik Timur Tengah berpotensi mendorong inflasi impor, menekan daya beli rupiah.

  5. Capital Flow — Ketidakpastian hukum domestik pasca dugaan kasus korupsi yang menyeret Jampidsus Kejagung menimbulkan kekhawatiran investor terhadap iklim investasi, berpotensi memicu arus modal keluar.


Dampak ke IHSG dan Saham

Pelemahan rupiah memberikan sentimen negatif bagi IHSG yang diperkirakan bergerak mixed cenderung melemah. Sektor-sektor yang terimbas:

  • Saham perbankan tertekan oleh potensi kenaikan biaya dana dan tekanan NIM.
  • Sektor properti dan konsumen terdampak daya beli masyarakat yang melemah.
  • Sektor komoditas dan energi justru berpotensi diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas global akibat konflik.
  • Saham eksportir (tekstil, alas kaki, CPO) bisa mendapatkan manfaat dari depresiasi rupiah.

IHSG pada perdagangan pagi ini diperkirakan bergerak di kisaran 6.850—7.000 dengan kecenderungan koreksi terbatas.


Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual aset keuangan. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan informasi di atas. Silakan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagikan: Twitter WhatsApp

💬 Komentar

0 komentar
0/500
⏳ Memuat komentar...