Overview IHSG Pekan Lalu
Sepanjang pekan lalu (13-17 Juli 2026), IHSG berhasil mencatatkan penguatan sebesar 4,24% dan menutup perdagangan Jumat di level 6.176. Ini merupakan reli 7 hari beruntun â tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Penguatan ini didorong oleh aksi beli asing yang signifikan, terutama di sektor perbankan, serta optimisme pasar terhadap kebijakan HSC yang diperbarui. IHSG bahkan sempat menyentuh level 6.175 pada Jumat (17/7) dengan net buy asing mencapai Rp 1,22 triliun. LQ45 juga ikut melesat 2,19% ke 622, menandakan penguatan dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar.
Kurs rupiah menguat ke Rp 17.940 per USD, memberikan sentimen positif tambahan. Pasar juga menantikan kelanjutan kebijakan The Fed dan prospek IHSG menuju level 7.000 di akhir tahun.
đ Tabel Rekomendasi Saham â Pekan Depan (20 - 24 Juli 2026)
Day Trade (Short Term â Jangka Pendek)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Day Trade | TLKM | 3.850 - 3.900 | 4.000 | 3.800 | Spin-off TIF menjadi katalis utama; volume tinggi dan momentum penguatan 7 hari IHSG mendukung scalping. Support kuat di 3.800. |
| Day Trade | ASII | 5.600 - 5.650 | 5.850 | 5.500 | Rebound story dari perbaikan daya beli dan suku bunga. Volume meningkat signifikan, potensi breakout minggu depan. |
| Day Trade | BBTN | 1.400 - 1.425 | 1.500 | 1.375 | Top gainer LQ45 pekan lalu dengan volume besar. Momentum masih berlanjut didorong optimisme sektor properti dan kredit KPR. |
| Day Trade | ANTM | 2.100 - 2.150 | 2.280 | 2.050 | Harga nikel global stabil, volume beli meningkat. Support di MA20, siap uji resistance mingguan. |
| Day Trade | WIFI | 1.100 - 1.130 | 1.200 | 1.070 | Top gainer LQ45 beberapa kali pekan lalu. Teknikal breakout dari konsolidasi, volume tinggi cocok untuk swing/day trade. |
Long Term (Jangka Panjang)
| Tipe | Saham | Entry | TP | SL | Alasan |
|---|---|---|---|---|---|
| Long Term | BBCA | 8.500 - 8.700 | 10.100 | 8.200 | Bank blue chip paling solid. Agresif buyback dan penyaluran kredit membaik. Target analis hingga Rp 9.100-10.100. Dividend yield menarik. |
| Long Term | BBRI | 4.000 - 4.100 | 4.900 | 3.800 | Perbaikan segmen mikro, NPL mulai normal. Stimulus kredit produktif mendukung. Dividend yield ~8%. Valuasi masih fair. |
| Long Term | JPFA | 2.600 - 2.700 | 3.200 | 2.450 | Pertumbuhan solid didukung kenaikan harga jual ayam dan pengurangan kuota impor GPS. Musim liburan dorong konsumsi. |
| Long Term | KLBF | 1.450 - 1.500 | 1.750 | 1.380 | Intensitas curah hujan tinggi dorong permintaan produk healthcare. Proyeksi pertumbuhan penjualan 9-10% untuk 2026. |
| Long Term | JSMR | 4.500 - 4.600 | 5.200 | 4.300 | Katalis peningkatan lalu lintas jalan tol dan ekspansi ruas baru. Valuasi masih undervalue dibanding potensi pendapatan jangka panjang. |
đ Analisis Detail
TLKM (Telkom Indonesia) â Spin-off bisnis fiber (TIF) menjadi game changer. Pemisahan ini membuka value unlocking dari aset fiber senilai triliunan rupiah, meningkatkan transparansi margin, dan membuka peluang partnership strategis. Support jangka pendek di Rp 3.800, potensi re-rating signifikan.
ASII (Astra International) â Memasuki semester II/2026 dengan sentimen positif. Perbaikan daya beli dan potensi penurunan suku bunga jadi katalis utama bagi segmen otomotif. Strategic review di H1 2026 juga berpotensi membuka nilai tambah.
BBTN (Bank Tabungan Negara) â Saham perbankan dengan exposure properti terbesar. Momentum positif dari sektor properti dan program perumahan pemerintah. Volume perdagangan pekan lalu menunjukkan minat investor yang kuat.
ANTM (Aneka Tambang) â Emiten komoditas nikel dan emas. Harga emas global masih bertahan di level tinggi, sementara nikel didukung oleh permintaan baterai kendaraan listrik. Cocok untuk trading mengikuti pergerakan komoditas.
WIFI (Solusi Sinergi Digital) â Emiten infrastruktur telekomunikasi yang sedang naik daun. Menjadi top gainer beberapa kali dalam sepekan terakhir. Breakout dari pola konsolidasi dengan volume tinggi menandakan potensi lanjutan.
BBCA (Bank Central Asia) â Raja saham perbankan Indonesia. Manajemen agresif melakukan buyback saham. Kualitas kredit terbaik, NIM terjaga, dan dividen konsisten. Fundamental paling solid di antara big banks.
BBRI (Bank Rakyat Indonesia) â Pemain utama segmen mikro yang mulai pulih. NPL menunjukkan normalisasi, didukung stimulus kredit dari pemerintah. Dividend yield di kisaran 8% menjadikannya pilihan menarik bagi investor dividen.
JPFA (Japfa Comfeed Indonesia) â Emiten pakan ternak dan poultry terintegrasi. Kenaikan harga jual ayam dan pengurangan impor bibit mendukung margin. Permintaan konsumen masih kuat memasuki semester II.
KLBF (Kalbe Farma) â Farmasi terbesar di Indonesia dengan produk healthcare yang stabil. Curah hujan tinggi meningkatkan permintaan obat-obatan. Kinerja 9 bulan 2025 sudah mencapai 73-75% dari target tahunan.
JSMR (Jasa Marga) â Operator jalan tol terbesar. Peningkatan mobilitas masyarakat dan ekspansi ruas tol baru jadi katalis pertumbuhan pendapatan. Valuasi masih menarik untuk akumulasi jangka panjang.
â ī¸ DISCLAIMER
Seluruh rekomendasi dan analisis di atas bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi saham mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Andre Finance dan penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR â Do Your Own Research) dan konsultasikan dengan profesional sebelum berinvestasi.