IHSG

Update IHSG & Rekomendasi Saham — Jumat, 10 Juli 2026: IHSG Ditutup Menguat 0,67% ke 5.912, Asing Masih Net Sell

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 1 dibaca â€ĸ â€ĸ

Ringkasan Pergerakan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. IHSG ditutup menguat +0,67% (39,07 poin) ke level 5.912, rebound dari level terendah harian di 5.840. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan asing yang masih melanjutkan aksi jual bersih (net sell).

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 5.840 - 5.912, menunjukkan adanya tekanan jual di awal sesi sebelum akhirnya berhasil ditutup hijau. Saham-saham LQ45 seperti DEWA, BRPT, dan ESSA menjadi top gainers yang mendorong indeks ke zona positif.

Support & Resistance Level

LevelIHSGKeterangan Resistance 35.980Resistance kuat psikologis Resistance 25.950Area resistance terdekat Resistance 15.912High hari ini / level ditutup Pivot5.875Rata-rata pergerakan harian Support 15.840Low harian terdekat Support 25.800Support psikologis Support 35.750Support jika tekanan jual berlanjut

Sentimen Pasar

  • Asing: Masih melanjutkan net sell sebesar Rp221 miliar pada sesi I. Asing tercatat masih terus melepas kepemilikan di saham-saham besar, terutama sektor perbankan dan energi.

  • Rupiah: Terus tertekan terhadap dolar AS di level Rp18.135 - Rp18.070. Pelemahan rupiah menjadi salah satu sentimen negatif yang membayangi pasar modal Indonesia.

  • Komoditas: Emas terkoreksi tipis ke Rp2.633.000 per gram (-0,30%). Sementara batu bara dan komoditas energi lainnya cenderung naik dipicu eskalasi ketegangan AS-Iran.

  • Global: Konflik AS-Iran kembali memanas, mendorong harga komoditas energi naik. S&P memantau status Indonesia, dan pasar menunggu dampak potensi outflow dari peringatan S&P DJI.

Sektor Penggerak

  • Energi (menguat): Saham BRPT, DEWA, ESSA menjadi motor penggerak utama IHSG di sesi akhir.

  • Tambang (mixed): Saham batu bara seperti BUMI bergerak variatif seiring harga komoditas yang fluktuatif.

  • Perbankan (tekan): Tertekan oleh aksi net sell asing dan kekhawatiran terkait suku bunga.

  • Teknologi (variatif): Beberapa saham teknologi terpantau bergerak mixed dengan volume rendah.

Rekomendasi Saham — Jumat, 10 Juli 2026

Day Trade (5 Saham)

TipeSahamEntryTPSLAlasan

Day TradeBRPT985 - 1.0001.030960 Top gainer LQ45, momentum bullish kuat didukung sentimen energi global

Day TradeDEWA1.150 - 1.1701.2101.120 Volume tinggi, tren naik konsisten, katalis positif dari sektor energi

Day TradeESSA540 - 550575525 Masuk dalam top gainer LQ45, prospek usaha gas menjanjikan

Day TradeADRO2.500 - 2.5402.6002.450 Kenaikan batu bara akibat tensi geopolitik, volume transaksi tinggi

Day TradeBUMI115 - 118126110 Sideways dengan potensi breakout, harga komoditas batu bara naik

Long Term (5 Saham)

TipeSahamEntryTPSLAlasan

Long TermTLKM2.800 - 2.9003.5002.600 Fundamental kuat, dividen stabil, ekspansi data center & fiber optik

Long TermASII4.200 - 4.3505.2003.800 Konglomerasi sektor otomotif & tambang, valuasi menarik setelah koreksi

Long TermBBRI3.800 - 4.0005.0003.400 Bank BUMN dengan fundamental solid, ekspansi kredit UMKM prospektif

Long TermUNVR2.200 - 2.3503.0001.900 Saham defensif, konsumsi rumah tangga stabil, dividen rutin

Long TermICBP9.800 - 10.20012.5008.800 Raksasa FMCG, portofolio produk kuat, ekspansi pasar internasional

Analisis Singkat

BRPT (Barito Pacific): Bergerak positif didorong sentimen sektor energi yang menguat. Volume tinggi dan tren menunjukkan potensi lanjutan. Cocok untuk trading jangka pendek dengan entry di area support.

DEWA (Darma Henwa): Masuk dalam jajaran top gainers, momentum cukup kuat. Saham tambang batubara ini juga diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas energi global.

TLKM (Telkom Indonesia): Salah satu saham blue chip defensif dengan fundamental kokoh. Bisnis data center dan ekspansi infrastruktur digital menjadi katalis jangka panjang. Cocok untuk investor yang mencari dividen dan pertumbuhan stabil.

BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Tertekan oleh aksi net sell asing belakangan ini, namun fundamental tetap kuat. Ekspansi kredit UMKM menjadi motor pertumbuhan. Valuasi saat ini menarik untuk akumulasi jangka panjang.

ASII (Astra International): Koreksi cukup dalam memberikan entry point menarik. Bisnis otomotif diproyeksikan pulih dan bisnis tambang ( melalui United Tractors) masih prospektif.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Andre Finance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari keputusan investasi berdasarkan artikel ini. Selalu lakukan analisis mandiri (due diligence) sebelum berinvestasi.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...