IHSG

IHSG Midday Report — Senin, 13 Juli 2026: IHSG Menguat Tipis ke 5.931 di Sesi I, Sektor Energi dan Tambang Jadi Motor Penggerak

â€ĸ â€ĸ đŸ‘ī¸ 6 dibaca â€ĸ â€ĸ

Selamat siang, Traders! Berikut adalah laporan IHSG sesi I untuk perdagangan Senin, 13 Juli 2026.

Ringkasan Pergerakan IHSG Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada sesi I hari ini, Senin (13/7/2026). IHSG ditutup di level 5.931, naik 6,48 poin (+0,11%) dari penutupan sebelumnya di 5.924.

IHSG membuka perdagangan di level 5.904 atau melemah 0,34%, namun berhasil bangkit dan bergerak di rentang harian 5.898 - 5.975. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.975 sebelum terkoreksi ke kisaran 5.930 menjelang akhir sesi I.

Pergerakan indeks masih cenderung fluktuatif di tengah sentimen global yang bercampur. Investor masih mencermati ketegangan geopolitik Iran-AS yang memicu lonjakan harga minyak serta data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini.

Top Gainers & Top Losers LQ45

Top Gainers LQ45 Sesi I:

  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) — Terbang signifikan, menjadi motor penggerak LQ45

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) — Menguat seiring sentimen positif sektor energi

  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) — Naik didorong kenaikan harga energi global

Top Losers LQ45 (pembukaan):

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) — Tertekan aksi ambil untung

  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) — Melemah di awal sesi

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) — Terkoreksi setelah pergerakan sebelumnya

Review 10 Rekomendasi Saham Pagi Ini

Berikut evaluasi pergerakan saham-saham yang direkomendasikan oleh sejumlah sekuritas pagi ini:

MNC Sekuritas (4 Rekomendasi):

  • ARCI (Buy on Weakness 970-995, TP 1.115/1.225) — Pada penutupan Jumat lalu di 1.000, saham bergerak sesuai area beli yang direkomendasikan. Masih berpotensi lanjut ke target.

  • BMRI (Buy on Weakness 3.780-3.850, TP 4.180/4.270) — Bank Mandiri ditutup di 4.080 pada Jumat, pergerakannya masih di bawah MA20. Perlu katalis tambahan untuk breakout.

  • MINA (Trading Buy 250-266, TP 310/336) — Saham Sanurhasta Mitra terkoreksi ke 272 di penutupan Jumat, masih dalam area akumulasi.

  • TAPG (Buy on Weakness, TP belum tersedia) — Triputra Agro Persada ditutup di 1.540 pada Jumat dengan volume meningkat, masih di atas MA20.

BNI Sekuritas (6 Rekomendasi Spec Buy):

  • CUAN (Beli 610-620, TP 630-640, Cutloss di bawah 605) — Perhatikan pergerakan di sesi II, cutloss ketat.

  • DSSA (Beli 775-785, TP 795-810) — Kabar terbaru: DSSA membeli saham pengendali EXCL senilai Rp8,54 triliun! Sentimen positif bisa dorong harga ke atas area beli.

  • BUMI (Beli 139-141, TP 144-146, Cutloss di bawah 138) — Saham tambang batu bara perlu dicermati di tengah kenaikan harga minyak.

  • AMMN (Beli 3.450-3.500, TP 3.550-3.620, Cutloss di bawah 3.420) — Saham mineral tambang ikut terdorong sentimen komoditas.

  • ASII (Beli 4.760-4.800, TP 4.850-4.920, Cutloss di bawah 4.750) — Roda berat terlihat stabil di area support.

  • AADI (Beli 8.100-8.175, TP 8.225-8.275, Cutloss di bawah 8.050) — Saham Adaro Energy masih dalam area konsolidasi.

Pilarmas Investindo Sekuritas: Merekomendasikan ADRO, LSIP, dan ANTM — sektor tambang dan perkebunan yang didukung sentimen komoditas global.

Sektor Terkuat & Terlemah

Sektor terkuat: Sektor energi menjadi motor utama penguatan IHSG hari ini, didorong lonjakan harga minyak mentah global yang melonjak 4,29% mendekati US$80/barel akibat eskalasi ketegangan Iran-AS. Saham-saham energi seperti PGEO, PGAS, dan BRPT mencatatkan penguatan signifikan.

Sektor terlemah: Sektor consumer goods dan infrastruktur masih tertekan, tercermin dari pelemahan UNVR dan beberapa saham konsumer lainnya.

Foreign Flow

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,73 triliun sepanjang pekan lalu. Asing melego sejumlah saham blue chip, meskipun hari ini asing mulai terlihat melakukan aksi beli di saham-saham energi dan tambang. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing pekan lalu antara lain BBCA, BBRI, dan TLKM.

Update Makro

Rupiah: Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.161 per Dolar AS, melemah 74 poin atau 0,41%. Rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.100, menambah tekanan bagi pasar modal.

Emas: Harga emas terkoreksi ke Rp2.635.000/gram, turun Rp20.000 (-0,75%), seiring penguatan dolar AS.

Minyak: Harga minyak mentah melonjak 4,29% mendekati US$80/barel dipicu memanasnya konflik Iran-AS.

Level Support & Resistance untuk Sesi II

Berdasarkan pergerakan sesi I dan proyeksi analis, level support dan resistance untuk sisa sesi II hari ini:

  • Support 1: 5.898 (low hari ini)

  • Support 2: 5.752 - 5.797 (area koreksi — MNC Sekuritas)

  • Support 3: 5.640 (Pilarmas)

  • Resistance 1: 5.975 (high sesi I)

  • Resistance 2: 6.007 - 6.083 (level resistance psikologis)

  • Resistance 3: 6.203 (target atas MNC Sekuritas)

IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.898 - 5.975 pada sesi II. Jika mampu bertahan di atas 5.930 menjelang penutupan, potensi lanjut penguatan masih terbuka. Namun, jika rupiah terus melemah, IHSG berpotensi kembali ke area 5.900.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Bagikan: Twitter WhatsApp

đŸ’Ŧ Komentar

0 komentar
0/500
âŗ Memuat komentar...